Thursday, 11 September 2014

Pengalaman Ospek Di Universitas Brawijaya

  Ospek, jika mendengar kata ospek, pasti kekerasan, atau ajang balas dendam kakak kelas. Tapi tidak di Universitas Brawijaya, ospek dimulai pukul 5.30. Saya bersama teman-teman kost, berjalan kaki menuju Universitas Brawijaya melalui gerbang veteran, kami berangkat jam lima pagi. Ramai sekali anak maba, punggawa 52. Begitu kami di gerbang veteran, ada kakak mahasiswa, teriak-teriak, "Cepetan dek, jalannya dipercepat", tapi ada satu orang kakak mahasiswa yang teriak-teriak kayak orang ...., orang apa hayo?

Saya masuk gerbang sendirian, yang lain sudah menghilang karena kami berbeda cluster semua. Begitu masuk, mengumpulkan tugas yang ada di map biru, setelah itu, memasukkan sumbangan buku ke dalam kardus, kemudian dikasih, apa ya namanya, pokoknya kaya gini gambarnya, mungkin buat di tempel di jaket almamater.



Setelah itu, ada atraksi pesawat, sama pelepasan balon. Kemudian anak maba dibagi di tiga tempat, yang satu di GOR Pertamina, UB Sport Center, sama Gedung Samantha Krida. Saya di UB Sport Center, bisa menampung 2500 anak maba. Di dalam kami mendapat materi dari dosen, kakak-kakak mahasiswa, ada stand up comedy juga, alumni UB.

Kemudian makan, ini yang saya tunggu, nasi kotak, isinya ayam, telor, kerupuk, perkedel, yang paling enak telornya, tapi sayang cuma setengah, yang setengah lagi kemana, telor... telor, dimanakah kau berada? Kemudian sholat Dzuhur, menggunakan air 1,5 L. Setelah sholat, kami mendapat sharing dari mahasiswa yang berprestasi, kemudian dosennya menjelaskan materi lagi, agak sedikit membosankan.

Setelah selesai, kami pulang jalan kaki, itu jalanan sampai ditutup, ada polisi memindahkan jalur pengendara mobil dan sepeda motor. Mabanya jalan kayak nggak abis-abis, saking banyaknya sekitar 12.000 maba pulang ke rumah masing-masing. Kemudian saya jalan kaki, pegel-pegel juga, tapi besoknya ada ospek fakultas, wow, belum sehari istirahat sudah ada ospek lagi, tapi yang ini ospek fakultas dilaksanakan selama dua hari.

Terima kasih dan semoga bermanfaat untuk kamu.

Tuesday, 9 September 2014

Perjalanan Menuju Malang


 Saya berangkat dari rumah sekitar jam satu siang, menuju stasiun pasar senen. Kami naik taksi, dengan kecepatan yang tidak terlalu cepat, karena jalanan macet sekali. Ketika kami sampai, saya duduk menunggu orang tua saya yang sedang membeli minuman dan makanan ringan. Ternyata di stasiun ramai sekali, orang mondar-mandir, saya hanya duduk melihat mereka.

 Tetapi ada orang yang merokok, saya paling kesal sama orang yang merokok, karena orang yang terkena asap rokok, efeknya lebih berbahaya dari pada orang yang merokok itu sendiri. Jadi, mereka dengan santainya merokok, kita yang kena dampaknya. Stop smoking ! Buat perokok sebaiknya berhenti merokok sekarang, karena merokok dapat menyebabkan kanker paru-paru, serangan jantung dan lain-lain. Orang yang merokok itu artinya orang yang egois, hanya memetingkan diri sendiri, itu.



Kemudian kami masuk ke kereta, ada acnya tapi belum dinyalakan jadi panas deh. Untung belum ada orangnya hehe.. Siapa cepat dia dapat, masih lama berangkatnya sekitar jam tiga sore. Setelah sekian lama, akhirnya ada orang juga yang duduk di sebelah ibuku. Orangnya rambutnya gondrong, agak serem juga, ternyata dia orangnya baik, dia kuliah di Unsoed. *Hikmahnya : Jangan menilai orang dari luarnya saja. 

Perjalanan dari stasiun pasar senen menuju stasiun yang ada di Malang, membutuhkan waktu sekitar 16 jam, bayangkan, betapa pegelnya duduk. Pas malam hari dingin sekali. Ketika sudah pagi, kami sampai di stasiun di Malang, huh, badan pegel-pegel, bawaan juga lumayan banyak. Kami di jemput, mbak vina, kemudian kami naik taksi lagi, menuju tempat baru, dimana saya akan tinggal disitu, bukan untuk menuntut ilmu, karena ilmu tidak bersalah, kenapa harus dituntut, tetapi untuk belajar, belajar tentang kehidupan, belajar hidup mandiri, belajar menjadi mahasiswa, saya ngekost di Malang, dan saya kuliah di Universitas Brawijaya.


Monday, 11 August 2014

Perjuangan Menghadapi Sbmptn

Perjuangan Menghadapi Sbmptn

Kelas 3 SMA, pasti deg-degan mau melanjutkan kuliah kemana. Sama saya juga. Pasti pada ikut bimbel. Kalau saya kelas 3 SMA saya nggak ikut bimbel, sebenarnya saya ikut pas kelas dua, bukannya ranking saya naik, malah turun drastis, jadi peringkat dua dari bawah. Faktornya, bimbel itu menguras tenaga, sama kantong orang tua bener gak? Saya waktu ikut bimbel, belajar jam 4 pulang jam 6, capek banget. Makanya, kelas tiga saya nggak ikut bimbel lagi. Setelah nggak ikut bimbel, perlahan-lahan saya mulai bangkit.

Snmptn saya ikut, kata ibu saya pilih Unila aja, yaudah saya pilih Unila, sebenarnya ibu saya tanya ke guru-guru, guru bahasa Indonesia ditanya jawabannya nggak nyambung, setelah ibu saya bertanya ke guru matematika, dapet jawabannya yang memuaskan, yaitu di Unila. 

Saya lihat rapot saya, tidak ada masalah nilainya cukup bagus. Dan akhirnya... Anda dinyatakan tidak lulus dalam seleksi snmptn 2014. Perasaan saya nyesek banget, perasaan kecewa, sedih, marah, galau bercampur menjadi satu. Pokoknya khawatir banget gak bisa kuliah di universitas negeri.

Setelah itu, saya mendaftar di ujian mandiri uin jakarta. Tempatnya bagus dan luas, soalnya juga tidak terlalu sulit, ada beberapa teman satu sekolahan yang ikut ujian mandiri di uin jakarta ini. Pulangnya sama aldo, adik saya naik angkot, lama juga sampai dirumah, sekitar dua jam baru sampai. Pengumumannya tanggal 26 Juli.

Saya kemudian daftar sbmptn, ibu saya bilang pilih unibraw sama uin aja. Kemudian saya yang menentukan prodinya, saya pilih Ilmu Perpustakaan. Begitu cetak kartu sbmptn, saya ujian di smk budi utomo di depok. Ya Allah, jauh banget tempatnya, padahal berangkatnya pagi, tetep aja lama banget sampainya, sekitar 3 jam setengah. Pas udah di tempat ujian, ramai sekali orangnya, wow.

Saya masuk ke dalam sekolah smk budi utomo, pertama masuk lewat gerbang, banyak yang liatin saya, cuek aja ah, pura-pura nggak tahu, hehe... Saya masuk kelas. Astagfirullah, dindingnya pecah-pecah, omg hello.. Saya kaget aja, meskipun sekolahnya cukup luas, tapi di dalam kelasnya kurang terawat dengan baik, tempat lainnya juga*. Kayaknya pilih kasih deh panitia sbmptn, giliran adik saya pilih campuran ipa-soshum, tempatnya bagus, kalau saya pilih soshum aja, dikasih tempat yang kurang bagus, huh. *Catatan : wcnya juga kurang terawat

Soal pertama TPA, alhamdulillah soalnya gampang, kemudian istirahat. Saya sholat di masjid sebelah smk budi utomo, masjidnya penuh, untung saya lebih dulu, pas saya keluar yang ngantri banyak banget. Kemudian duduk di pintu, makan bekal, roti dibawain ibu saya, isinya cokelat, my favorit. Setelah itu mengerjakan soal soshum, Alhamdulillah, sesuai perkiraan saya, soalnya aneh banget. Soalnya saya kan jurusan IPA, saya milihnya soshum, gpp deh, yang penting bisa mengerjakan, berusaha dan berdoa.

Ketika, sudah selesai mengerjakan ujian terakhir, saya pulang, nah lho. Pulangnya gimana, tadi berangkatnya dianterin orang tua saya, kalau pulang, ya pulang sendiri. Saya tanya tukang ojek, katanya mesti naik angkot, ke terminal depok. Masalahnya yang nungguin itu angkot banyak banget, kapan saya bisa pulang. Dua jam kemudian.. Akhirnya saya bisa naik angkot, alhamdulillah, setelah turun di terminal depok, nyambung lagi angkot warna cokelat, begitu naik angkot yang cokelat ini, kayak nggak sampai-sampai. Sudah jauh, tapi bayarannya murah, alhamdulillah, hehe..

Kemudian saya naik kopaja, tadi kata abang yang angkotnya cokelat, saya disuruh naik metro, saya salah naik kalau begitu, gpp deh yang penting sama-sama ke blok m, always positive thinking. Capek banget, lelah, letih, pegel-pegel, bergabung menjadi satu. Begitu sudah sampai di blok m, nyambung lagi, naik metro mini 69. Subhanallah, dari tadi saya nyambung mulu, ini kapan sampainya..

Belum juga sampai cipulir, sudah diturunin, terpaksa nyambung lagi ke angkot C01. Alhamdulillah, kalau sudah naik angkot yang ini, setelah sampai, saya jalan kaki. Ya Allah, semua bagian tubuh saya sudah pegel banget mengikuti sbmptn, bekal sudah habis, kaki kesemutan kebanyakan duduk, leher pegel kebanyakan nunduk pas lagi ujian, pergelangan tangan pegel buletin jawaban, tenaga dan pikiran sudah terkuras habis. Ketika sudah di depan pagar rumah, saya tidak bisa berkata-kata lagi selain subhanallah dan alhamdulillah.

Saat-saat menegangkan pun terjadi, pengumuman sbmptn, sebenarnya saya lagi tidur-tiduran, kemudian adik saya manggil ibu saya dan saya, saya lulus, adik saya juga lulus. Dia mengecek lagi berkali-kali, ibu saya seakan tidak percaya, alhamdulillah kata ibu saya, saya sujud syukur, loncat-loncat, selebrasi mencetak gol* dan tidak bisa berhenti mengucapkan alhamdulillah. Sebenarnya saya mau ikut ujian di stmi, om saya alumni stmi (sekolah tinggi manajemen industri), berhubung di sbmptn lulus, nggak jadi deh. Alhamdulillah, saya lulus sbmptn 2014 pilihan pertama, diterima di Universitas Brawijaya, Malang. *Catatan : Sama seperti selebrasi gol penalti klaas jan huntelaar melawan meksiko dipiala dunia.

Jadi, buat kalian yang belum lulus ujian, berusaha dan berdoa, semoga Allah memberikan yang terbaik, karena tidak ada sesuatu yang tidak mungkin, jika kita berusaha, man jadda wa jadda.

Update : Alhamdulillah, saya juga lulus spmb uin jakarta 2014

Wednesday, 30 July 2014

Hari Raya Idul Fitri 1435 H

Hari Raya Idul Fitri 1435 H

Hari raya idul fitri, keren, hari raya umat Islam. Saya sebelum hari raya idul fitri tidurnya tidak terlalu malam, ketika ingin tidur, petasan dan kembang api, sangat berisik sekali, membuat saya tidak dapat tidur dengan tenang. 

Hari pertama

Hari pertama ngapain ya? Saya shalat idul fitri di dekat masjid, lebih tepatnya di jalan raya. Adik-adik saya yang kecil ikut, ketika ceramah baru setengah, kita langsung pulang, siap-siap makan. Tapi, belum, saya salam-salaman dulu sama tetangga, banyak sekali deh. Kemudian, ada saudara saya datang, rumah jadi agak penuh.

Saya makan kue buatan ibu saya, enak banget, kata ibu saya kalau dijual bisa sekitar 250 rb, soalnya bahan-bahan sudah naik, kemudian makan ayam goreng, yee, tapi gak pake ketupat, soalnya ibu saya males buat, beli juga sama, ibu saya lebih suka buat kue. Sampai sore pun masih ada yang datang, ck..ck..ck..

Hari kedua

Kalo hari kedua saya pergi ke rumah keluarga besar kakek saya, lewat tol, jadi cepat juga sampainya. Ketika sudah sampai, salam-salaman, duduk-duduk, makan bakso, makan ayam, minum sirup, ngasih makan ikan, tapi lama juga pulangnya, soalnya masih ada yang belum datang. Kalau ibu saya ditanya, anaknya kuliah dimana? Ibu saya jawab di universitas brawijaya, di malang, dua-duanya? iya. 

Lama sekali pulangnya, pas udah pengen pulang, ada lagi yang datang, sampai sore baru bisa pulang, sebelum pulang dikasih duit, akhirnya, hehe.. Pulangnya naik taksi. Pegel-pegel, kebanyakan duduk, Alhamdulillah bisa sampai, saya mengucapkan taqaballahumina wa minkum, selamat hari raya idul fitri 1435 Hijriyah, semoga bisa menjadi lebih baik lagi :)



Thursday, 24 April 2014

Harga Jual Fillet Ikan Gindara



Ikan gindara memiliki tekstur daging yang pas untuk dibuat fillet. Khasiat ikan ini banyak sekali, seperti bisa menyembuhkan penyakit demam berdarah dan tifus, meningkatkan kekebalan tubuh, menurunkan kolesterol, serta mengandung asam lemak tak jenuh ganda atau istilahnya Docosa hexanoat (DHA) yang dibutuhkan untuk perkembangan otak.


Jika Anda tertarik membeli ikan gindara harganya sekitar Rp. 59.000/kg (skinless) dan tersedia juga ikan gindara dengan harga Rp. 57.000 (skin on). Untuk info lebih lanjut silahkan hubungi Setiawan di nomor 081316704142 dan 087781484299 (WhatsApp). Alamatnya di Jalan Muara Angke Ujung no. 8 Pluit Penjaringan Jakarta Utara. Pin: jul120798
 

Rasa daging ikan ini lembut sekali, jadi sayang sekali jika belum mencobanya.

*Harga mulai berlaku 2017

(Baca Juga : Harga Jual Fillet Ikan Salmon)

Monday, 3 March 2014

Pengalaman Jalan-jalan ke IPB


Saya pergi ke sekolah jam lima lewat lima belas menit. Ketika sampai disekolah ternyata belum ada yang datang, padahal katanya paling lama jam enam, ternyata malah jam setengah tujuh. Kemudian masuk ke dalam bus, busnya berbeda sekali dengan bus saat saya pergi pekan pendidikan, bus yang ini jauh lebih bagus, rapi dan bersih. ( plus ada acnya )



Perjalanan menuju IPB cukup lama juga, sekitar jam sepuluh baru sampai di IPB. Tempatnya luas sekali. Kemudian kita masuk ke dalam ruangan, seperti tempat les. Saat itu, ada bapak dan ibu guru dari IPB. Kata ibu guru dari IPBnya, luas IPB mencapai 276 hektar, bisa kebayang gak ya..

Dapat makanan ringan dari super roti, rotinya kecil dan lucu. Kemudian jalan-jalan keliling IPB, setelah selesai karena hari jum'at, ada sholat jum'at. Ternyata masjidnya cukup besar juga, tingkat tiga, saya sholatnya di lantai dua. Abis sholat jum'at, kami bertiga, saya, Rendra dan Adi pergi ke kantin IPB.

Kantinnya luas, tapi tempat duduknya sedikit. Saya pesan mie ayam, harganya Rp. 6000, kalo di Jakarta gak ada mie ayam dengan harga segitu. Setelah makan kami kembali ke bus dan melanjutkan perjalanan. Ada pemandu wisata dari IPB, dia menjelaskan berbagai tempat-tempat, gedung-gedung dari setiap fakultas. Kemudian berhenti untuk berbelanja. Saya bingung mau beli apa, akhirnya saya putuskan beli gantungan kunci, warna pink, bagus dan cantik sekali, perfect.

Setelah berbelanja, kembali lagi ke bis. Kali ini pergi beli roti unyil, venus. Kenapa namanya venus, saya juga tidak tahu, tapi kata ibu saya terkenal, yang beli roti unyil Aldo, kalo saya beli pempek, abis itu jalan-jalan kemana-mana. Setelah puas jalan-jalan, kembali lagi ke bis. Rasa lelah sudah datang dan tidak bisa dicegah lagi. Karena macet sekali, jadi pulangnya agak malam juga, sekitar jam setengah sembilan malam. Begitu sampai rumah, mandi dan kemudian tidur.

Friday, 7 February 2014

Pengalaman Pergi Ke Pekan Pendidikan Tinggi Jakarta Ke VII

Hari ini aku, bangun pagi-pagi, sekitar jam empat, kemudian melakukan aktivitas seperti biasa. Sebelum berangkat sekolah, sarapan dulu, kemudian menggunakan jaket berkupluk, karena hari ini musim hujan. Kemudian jalan kaki hingga keluar Jl. Swadaya, setelah itu naik angkot C01. Turun di perdatam, ulujami, abis itu naik lagi angkot C05 atau C06.

Sampai disekolah, meski hujan gerimis turun menghalangi setiap langkahku menuju sekolah. Sekolah saya di SMAN 108, pasti belum banyak yang tahu, hehe... Saya juga belum tahu sekolah ini, setelah masuk baru tahu sekolahnya dimana. Kemudian belajar seperti biasa. Pagi ini belajar biologi, baru jam pertama, ada seorang guru bk masuk ke dalam kelas.



Kemudian mengumumkan siapa saja yang ikut pergi ke pekan pendidikan tinggi jakarta ke VII, kampus-kampus favorit jakarta 2014, acara ini berlangsung dari tanggal 5-7 Februari 2014 di Istora Senayan, Jakarta. Saya dan teman-teman pergi ke Istora Senayan. Pergi ke sana naik sebuah bis. Perjalanannya agak lama juga, karena macetnya panjang sekali, jadi lama, kapan ya Jakarta bebas macet?

Begitu keluar dari bis, rasanya lega sekali. Akhirnya menghirup udara bebas juga. Kemudian masuk ke dalam sebuah tempat, seperti lapang futsal atau badminton. Di lapangan itu, berdiri bangunan-bangunan kecil seperti bazar, ada papan nama yang berisi nama universitas itu. Dari yang terlihat kebanyakan universitas swasta. Pas masuk di berikan snack yang cukup enak, ada kue sus, kesukaan saya.

Duduk di tribun penonton. Disamping saya ada Lutfi, terus ada kakak dari Universitas Trilogi, disuruh isi biodata, abis itu dikasih pulpen. Belum disuruh turun ke bawah, saya bertiga langsung turun, bertiga itu, ada Saya, Aldo dan Mada. Pas lagi turun, Mada ditarik MCnya. Abis itu di tanya, "kamu ini masih anak SMA apa bukan?" Soalnya mada badannya gede dan tinggi, sebenarnya sama tingginya, cuma Mada lebih gede.

Saya berpencar dengan Aldo, kembaran saya, kemudian mulai berburu, baru jalan-jalan, saya udah ditawarin tanda tangan, abis itu di kasih pulpen, menyenangkan sekali. Pulpennya bagus sekali, saya jadi semangat. Saya keliling-keliling, saya dikasih bungkusan sama Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisakti, isinya ada kalender, puplen, pin, sama browsur. Saya masuk ke dalam, ternyata di dalam juga banyak universitas, saya baru lewat dikasih browsur, sampai banyak banget, saya kumpulin, lumayan buat dibaca, hehe..

Ketemu teman saya lagi makan cokelat, saya juga mau, katanya suruh buka twitter sama kakak yang ngasih cokelat, mana passwordnya gagal terus, ternyata saya lupa, salah di email saya, menyesal sekali nggak dapet cokelat. Abis itu jalan-jalan lagi, dapet pin dari Poltekkes Kemenkes Jakarta II. Saya sendiri jalan-jalan sampai lupa, kalau paling lambat itu ngumpul di bisnya jam 12. Tidak.., saya langsung menerobos kerumunan seperti eye shield, kemudian ke tribun penonton, ketemu teman saya Adi, saya tanya jam, ternyata masih jam 11.

Ketemu Nauval, Mada, Lazuardi, mereka ngajak saya ke bawah lagi. Jalan-jalan lagi, ketemu Universitas Uhamka, tanda tangan, abis tanda tangan dikasih buku, pertama kali dikasih buku, hehe... Kemudian jalan-jalan lagi, kali ini cuma dapet browsur terus, sampai bosan, huh. Setelah jalan-jalan kembali lagi ke bis. Oh iya, total saya dapet 4 pulpen, sama satu bungkusan dari Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisakti, dan browsur yang tak terhitung banyaknya.

Setelah di bis saya ngantuk, kemudian tertidur, pas bangun udah mau deket, siap-siap kembali ke sekolah. Pas di sekolah ternyata udah pada pulang, tahu gini gak usah ke sekolah lagi, tapi langsung pulang, membuat capek saja. Jalan kaki terus, kemudian naik angkot, jalan kaki lagi, dan sampai di rumah, yeah, capek banget, kelamaan di bis, semoga Jakarta bebas macet, ya! 

Terima kasih dan semoga bermanfaat untuk kamu.

Saturday, 1 February 2014

Pengalaman Lomba MGMP Matematika SMA Provinsi DKI Jakarta

Kali ini saya akan membagikan pengalaman saya ikut lomba matematika, ini dia :



Awalnya saya ikut lomba matematika, karena saya iseng ikut-ikutan teman saya yang bernama Rendra. Waktu itu pas saya kelas dua sma. Saya ikut dan ternyata soalnya tidak mudah. Caranya sangat tidak biasa, kalo dihitung dengan kalkulator, hasilnya bisa dipastikan error. Tapi hal itu yang menarik minat saya untuk mengikuti lomba matematika, karena saya suka menghitung.

Ketika diseleksi, saya berhasil lulus. Karena hanya tiga orang yang dipilih mewakili sekolah, dengan tidak membayar ( alias gratis, hehe.. ). Saya senang sekali, seperti tidak percaya bisa lolos seleksi. Kemudian lomba dimulai jam delapan pagi, tempatnya disekolah saya. Ketika saya sampai disekolah sekitar jam tujuh pagi. Saya melihat ada beberapa mobil khusus untuk lomba, waktu itu yang saya lihat sma 63 dan sma 47.

Awalnya agak deg-degan sekali, betul saja, ketika saya masuk. Semuanya pada ngeliatin saya seperti orang asing. Semua yang lagi belajar melihat saya dengan tatapan curiga. Tapi saya tetap tenang, waktu itu yang lihat saya adalah anak yang mewakili sekolah mereka masing-masing, lomba matematika ini khusus DKI Jakarta, jadi bisa ditebak sekolah sma mana saja yang berada di jakarta.

Saya belajar dulu bersama teman saya di masjid sekolah. Kemudian mengerjakan soal-soal matematika yang menarik. Pengawasnya pak pais, guru matematika saya kelas satu sma. Alhamdulillah soalnya bisa saya kerjakan dengan baik, meski gak masuk ke babak finalis, hehe..

Ketika saya kelas tiga sma, atau lebih tepatnya sekarang. Saya ikut lagi lomba tersebut, soalnya dapet sertifikat, sertifikatnya bagus dan menarik, membuat saya ingin ikut lagi. Mana yang ikut lombanya itu-itu aja, saya, Rendra sama Aryo, sama persis ketika kelas dua sma. Tapi kali ini lombanya di sma 47. Mungkin pada gak suka matematika, padahal menurut saya matematika menarik dan tidak membosankan.

Pagi-pagi sekali, saya menunggu teman saya ditempat makan. Kemudian Rendra datang, saya dan Rendra makan bubur dulu sebelum berangkat ke sma 47. Makan bubur minumnya teh hangat, bukan teh botol lho. Saya naik angkot, kemudian naik metro mini. Selanjutnya jalan kaki menuju sma 47. Didepan pagar sekolah, ada Aryo.

Kemudian bersama-sama masuk ke sma 47, ditempat parkirnya ada lapangan, didalam sekolahnya juga ada dua lapangan, pokoknya luas banget. Masjidnya bagus, arsitekturnya menarik. Sekolahnya bersih dan nyaman. Abis itu masuk kedalam kelas, kelasnya bersih, lalu mulai lomba. Agak sedikit terhambat, mungkin karena ada sma yang tidak datang. Padahal sudah dilakukan di dua sekolah, yaitu di sma 47 dan sma 3.

Ketika sudah selesai lomba, saya sama Rendra jalan-jalan, melihat pemandangan yang indah. Kemudian naik angkot, keluar menuju seskoal. Abis itu jalan kaki, sampe pegel, soalnya macet banget. Ini merupakan pengalaman berharga yang tidak mungkin terlupakan. Semoga bermanfaat.

Terima kasih dan semoga bermanfaat untuk kamu.