Thursday, 11 September 2014

Pengalaman Ospek Di Universitas Brawijaya

  Ospek, jika mendengar kata ospek, pasti kekerasan, atau ajang balas dendam kakak kelas. Tapi tidak di Universitas Brawijaya, ospek dimulai pukul 5.30. Saya bersama teman-teman kost, berjalan kaki menuju Universitas Brawijaya melalui gerbang veteran, kami berangkat jam lima pagi. Ramai sekali anak maba, punggawa 52. Begitu kami di gerbang veteran, ada kakak mahasiswa, teriak-teriak, "Cepetan dek, jalannya dipercepat", tapi ada satu orang kakak mahasiswa yang teriak-teriak kayak orang ...., orang apa hayo?

Saya masuk gerbang sendirian, yang lain sudah menghilang karena kami berbeda cluster semua. Begitu masuk, mengumpulkan tugas yang ada di map biru, setelah itu, memasukkan sumbangan buku ke dalam kardus, kemudian dikasih, apa ya namanya, pokoknya kaya gini gambarnya, mungkin buat di tempel di jaket almamater.



Setelah itu, ada atraksi pesawat, sama pelepasan balon. Kemudian anak maba dibagi di tiga tempat, yang satu di GOR Pertamina, UB Sport Center, sama Gedung Samantha Krida. Saya di UB Sport Center, bisa menampung 2500 anak maba. Di dalam kami mendapat materi dari dosen, kakak-kakak mahasiswa, ada stand up comedy juga, alumni UB.

Kemudian makan, ini yang saya tunggu, nasi kotak, isinya ayam, telor, kerupuk, perkedel, yang paling enak telornya, tapi sayang cuma setengah, yang setengah lagi kemana, telor... telor, dimanakah kau berada? Kemudian sholat Dzuhur, menggunakan air 1,5 L. Setelah sholat, kami mendapat sharing dari mahasiswa yang berprestasi, kemudian dosennya menjelaskan materi lagi, agak sedikit membosankan.

Setelah selesai, kami pulang jalan kaki, itu jalanan sampai ditutup, ada polisi memindahkan jalur pengendara mobil dan sepeda motor. Mabanya jalan kayak nggak abis-abis, saking banyaknya sekitar 12.000 maba pulang ke rumah masing-masing. Kemudian saya jalan kaki, pegel-pegel juga, tapi besoknya ada ospek fakultas, wow, belum sehari istirahat sudah ada ospek lagi, tapi yang ini ospek fakultas dilaksanakan selama dua hari.

Terima kasih dan semoga bermanfaat untuk kamu.

Tuesday, 9 September 2014

Perjalanan Menuju Malang


 Saya berangkat dari rumah sekitar jam satu siang, menuju stasiun pasar senen. Kami naik taksi, dengan kecepatan yang tidak terlalu cepat, karena jalanan macet sekali. Ketika kami sampai, saya duduk menunggu orang tua saya yang sedang membeli minuman dan makanan ringan. Ternyata di stasiun ramai sekali, orang mondar-mandir, saya hanya duduk melihat mereka.

 Tetapi ada orang yang merokok, saya paling kesal sama orang yang merokok, karena orang yang terkena asap rokok, efeknya lebih berbahaya dari pada orang yang merokok itu sendiri. Jadi, mereka dengan santainya merokok, kita yang kena dampaknya. Stop smoking ! Buat perokok sebaiknya berhenti merokok sekarang, karena merokok dapat menyebabkan kanker paru-paru, serangan jantung dan lain-lain. Orang yang merokok itu artinya orang yang egois, hanya memetingkan diri sendiri, itu.



Kemudian kami masuk ke kereta, ada acnya tapi belum dinyalakan jadi panas deh. Untung belum ada orangnya hehe.. Siapa cepat dia dapat, masih lama berangkatnya sekitar jam tiga sore. Setelah sekian lama, akhirnya ada orang juga yang duduk di sebelah ibuku. Orangnya rambutnya gondrong, agak serem juga, ternyata dia orangnya baik, dia kuliah di Unsoed. *Hikmahnya : Jangan menilai orang dari luarnya saja. 

Perjalanan dari stasiun pasar senen menuju stasiun yang ada di Malang, membutuhkan waktu sekitar 16 jam, bayangkan, betapa pegelnya duduk. Pas malam hari dingin sekali. Ketika sudah pagi, kami sampai di stasiun di Malang, huh, badan pegel-pegel, bawaan juga lumayan banyak. Kami di jemput, mbak vina, kemudian kami naik taksi lagi, menuju tempat baru, dimana saya akan tinggal disitu, bukan untuk menuntut ilmu, karena ilmu tidak bersalah, kenapa harus dituntut, tetapi untuk belajar, belajar tentang kehidupan, belajar hidup mandiri, belajar menjadi mahasiswa, saya ngekost di Malang, dan saya kuliah di Universitas Brawijaya.