Tuesday, 15 December 2015

Mempercantik Ruang Apartemen Anda

(source from: pixabay.com)

Pada saat ini, Apartemen merupakan salah satu solusi perumahan yang berada di kota-kota besar dimana lahan perkotaan saat ini sudah semakin sedikit, membuat harga apartemen semakin mahal. Agar harga jual apartemen semakin tinggi, tentunya apartemen harus dibuat semenarik mungkin, yaitu bisa dengan mendesain ulang dekorasinya.

Mendesain interior apartemen pada dasarnya sama halnya seperti mendesain interior rumah lainnya. Tetapi ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan pada saat mendesain sebuah apartemen, yaitu adanya batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar dalam mendekorasi apartemen, karena anda harus mengikuti aturan yang telah ditentukan oleh pengelola apartemen.

Menata ruangan

Tata ruang di dalam sebuah apartemen biasanya sudah terbentuk saat Anda pertama kali membelinya. Namun, anda dapat sedikit merombak dan menyesuaikan tata ruangnya sesuai kebutuhan yang diharapkan oleh penghuninya.

Bagilah ruang apartemen anda tanpa harus menggunakan pembatas untuk apartemen anda yang tergolong kecil. Ruangan tanpa pembatas akan memberikan kesan luas pada apartemen anda. Namun jika anda membutuhkan ruangan khusus, seperti ruangan privasi, maka anda boleh menggunakan penyekat yang transparan sebagai pembatasnya.

Memilih furniture

Furniture yang akan ditempatkan pada apartemen yang luasnya terbatas, tentu harus dipilih secara tepat. Tidak boleh menggunakan furniture besar serta berbahan berat, karena hal tersebut hanya akan membuat hunian nampak terlihat penuh dan sesak.

Pilihlah furniture dengan ukuran kecil, praktis, namun tetap cukup nyaman untuk berbagai macam aktivitas anda. Jenis furniture yang paling tepat untuk apartemen adalah built-in.

Mendekorasi interior

Selanjutnya mendekorasi interior. Dalam mendekorasi interior, ruang apartemen anda sangat membutuhkan sekali seluruh daya kreativitas anda. Dimana dalam mendekorasi interior tersebut, anda dapat mengolahnya dengan berbagai macam cara atau ide, misalnya saja anda dapat mengolah warna dinding, menggunakan warna biru kombinasi hijau, kemudian juga mengolah bahan pelapis lantai apartemen dan pernak-pernik interior lainnya, untuk membuat hunian anda menjadi lebih nyaman,

Sebelum melakukan dekorasi pada apartemen anda, sebaiknya anda memastikan dahulu apa saja yang boleh dirubah, dan apa yang tidak boleh dirubah pada apartemen anda. Untuk apartemen yang cenderung memiliki luas terbatas, kami sarankan dalam penggunaan furniturenya lebih baik anda menggunakan furniture yang multifungsi.

Terima kasih dan semoga bermanfaat untuk Anda.

Menjual Apartemen Agar Lebih Mudah

(source form: pixabay.com)

Terkadang menjual properti itu penting dengan cara yang cepat tapi tetap menguntungkan. Menjual properti contohnya seperti jual apartemen yang terkadang sering dilakukan oleh pemiliknya dengan berbagai alasan, seperti membutuhkan uang cepat, pindah kota, atau karena apartemen tersebut memberikan kerugian bagi pemiliknya.

Menjual apartemen sebenarnya sama dengan menjual properti lainnya. Pada saat ingin melakukan penjualan, tujuan utama yang ingin kita dapatkan adalah mengambil keuntungan dari hasil penjualan. Tidak hanya ingin mendapatkan keuntungan dalam penjualan, tetapi kita juga terkadang ingin mengharapkan properti kita terjual dengan cepat.

Berikut ini ada beberapa tips untuk menjual apartemen yang dapat anda ikuti dan anda coba untuk diterapkan saat menjual apartemen.


(source from: pixabay.com)

1. Melakukan beberapa perbaikan untuk meningkatkan harga apartemen

Sebelum hendak menjual apartemen, sebaiknya lakukanlah terlebih dahulu beberapa perbaikan yang mesti dilakukan pada apartemen anda, yaitu guna meningkatkan harga jual.

Sebagai contoh, jika apartemen anda memang perlu dilakukan perbaikan atau renovasi seperti melakukan pengecatan ulang, memperbaiki tatanan ruangan, serta melakukan perbaikan atau renovasi kecil lainnya, sebaiknya perbaiki dan buat apartemen anda terlihat menarik, serta enak di lihat agar mampu menarik minat konsumen dan juga meningkatkan harga jual apartemen anda.


(source from: pixabay.com)

2. Menentukan harga

Jika telah melakukan beberapa perbaikan untuk meningkatkan harga jual, maka hendaklah menentukan harga jual apartemen anda. Dalam masalah harga, hendaknya anda mesti mengetahui terlebih dahulu harga pasaran apartemen yang berada di lokasi anda dengan tipe yang sama.

Dalam mengetahui harga pasar, hendaknya anda melakukan survei di lokasi anda. Jika anda kurang paham untuk melakukan survei sendiri, anda boleh menanyakannya pada agen atau developer properti untuk mendapat informasi lebih terhadap harga pasaran apartemen saat ini.

Dalam menentukan harga jual, sebaiknya anda naikkan harga jual dari harga yang diinginkan. Sebagai contoh, pada saat anda menginginkan apartemen anda terjual dengan harga 500 juta, maka untuk mendapatkan harga jual anda dapat menetapkan harga sebesar 650 juta. Dengan demikian, masih ada rentang sebesar 150 juta yang dapat anda negosiasikan dengan pembeli.

Terima kasih dan semoga bermanfaat untuk anda.

Sunday, 22 November 2015

Kemewahan dalam Genggaman, Asus Zenfone 2 Laser 5.0 ZE500KG

kemewahan dalam genggaman

Kemewahan, merupakan sesuatu yang sangat dicari oleh banyak orang, terlebih lagi orang yang hidup di zaman modern seperti saat ini.

Seandainya kita berpikir sejenak, sebenarnya apa arti dari sebuah kemewahan?

Kemewahan merupakan sebuah sifat yang menggambarkan suatu keindahan yang umumnya memiliki "kelas" tersendiri. Oleh sebab itu, kemewahan ini biasanya ditujukan kepada barang yang memiliki nilai estetika yang tinggi.

Dan kemewahan itu hadir pada sebuah smartphone dengan keindahan yang tiada duanya, yakni ASUS Zenfone 2 Laser 5.0 ZE500KG. Disini kita akan membahas secara menyeluruh tentang kemewahan dan keindahan smartphone yang satu ini.

Keindahan Sebuah ASUS Zenfone




ASUS Zenfone 2 Laser 5.0 ZE500KG ini dianugerahi iF Design Award 2015, karena desainnya sangat inspiratif, inovatif dan tentunya sangat elegan. Bukan hanya itu, smartphone yang satu ini juga menghadirkan sisi - sisi yang ultra tipis sehingga sangat nyaman saat digenggam.

Sisi ultra paling tipisnya yaitu 3.5 mm, yang tentunya mecatat prestasi tersendiri bagi sebuah desain body smartphone. 

Kolaborasi Performa Multimedia dengan Baterai yang Efisien



Zenfone 2 Laser 5.0 ZE500KG ini dilengkapi dengan prosessor yang sangat canggih dari Qualcomm yakni Qualcomm Snapdragon 410. Seperti yang kita ketahui, prossesor Qualcomm saat ini ialah prossesor terbaik dan tercanggih untuk smartphone.

Selain itu, prossesor ini juga sudah mendukung Quad Core 1.2 GHz dengan RAM sebesar 2 GB. Bagi pecinta game khususnya game - game android, anda akan dibuat terkesima karena dengan ASUS Zenfone ini, bermain game terasa menyenangkan tanpa hambatan sedikit pun.

Layar Full HD Sebening Kristal

Smartphone dari ASUS yang satu ini, tidak main - main dalam urusan layar. Mengusung layar dengan kualitas IPS Full HD 1280x720 dengan kerapatan 294 ppi, membuatnya terlihat sangat nyata, bahkan sampai hal - hal detail sekali pun.

Dan juga belum puas sampai disitu, ASUS Zenfone 2 Laser 5.0 ZE500KG ini juga dilengkapi dengan layar antigores Corning Gorilla Glass 4 yang dapat membuat kita tenang dari ancaman goresan maupun layar pecah. 

Full Screen Lamination dengan ASUS TruVivid Technology


Dalam hal kejernihan dan juga kecerahan dalam layar, ASUS juga sudah membuat teknologinya yaitu ASUS TruVivid Technology. Teknologi ini sendiri menggabungkan 4 layar menjadi hanya 2 layar sehingga membuat kita lebih nyaman karena sentuhan yang terasa dekat (lebih responsif).

Selain itu, ada juga technology ASUS Glove Touch. Teknologi ini memungkinkan kita dapat menyentuh layar dengan menggunakan sarung tangan sekali pun!

Teknologi Sonic Master dan ASUS Audio Wizard


Sonic Master merupakan teknologi yang dibuat oleh tim ASUS Golden Ear dengan tujuan untuk membuat anda merasakan sensasi mendengarkan musik yang belum pernah anda rasakan sebelumnya. 

Sedangkan ASUS Audio Wizard sendiri merupakan sebuah smart app yang berfungsi untuk memberikan anda pengalaman audio terbaik dengan Movie Mode, Gaming Mode, Keynote Mode, Music Mode dan juga Smart Mode.

Kamera dengan Pixel Master dan Laser Auto Focus


Kamera yang hadir pada ASUS Zenfone 2 Laser 5.0 ZE500KG memiliki resolusi yang cukup besar yakni 8 MP dengan lensa apertur f/2.0 untuk mengambil gambar dengan hasil terbaik. Smartphone dari ASUS ini juga dilengkapi dengan laser auto focus yang dapat mengatur cahaya dan juga menemukan titik fokus hanya dalam waktu 0,2 detik, terutama pada kondisi yang minim cahaya.

Bukan hanya itu saja, Pixel Master sendiri membawa beberapa mode yang cukup mutakhir seperti Mode Low Light, Mode Backlight (Super HDR) dan juga Mode Super Resolution.

Mode Low Light : Merupakan mode terbaik untuk industri smartphone saat ini, karena memanfaatkan teknologi penggabung pixel yang memungkinkan kita untuk mengambil gambar 400% lebih terang disaat malam hari atau di tempat yang minim cahaya.

Mode Backlight (Super HDR) : Mode yang dapat membuat kita mengambil gambar di area bayangan yang terang walaupun disaat matahari sedang terik.

Mode Super Resolution : Menggunakan teknik pemrosesan gambar tingkat tinggi (Multiframe Fusion Technology) yang dapat membuat foto terlihat super detail. Anda dapat menggabungkan 4 foto 8 MP untuk membuat satu foto yang 4x lebih cerah. Selain itu, anda juga dapat menikmati foto yang lebih detail dan bebas noise hingga resolusi 32 MP

Interface Lebih Memukau dengan ZenUI Terbaru


ASUS ZenUI memiliki 1000+ fitur yang lebih baik dibandingkan dengan interface android pada umumnya. Anda akan merasakan pengalaman baru yang lebih menyenangkan dengan antarmuka yang lebih simple, cerah, indah dan juga user friendly tentunya.

ZenUI ini juga dilengkapi dengan fitur terbaru seperti ZenMotion, SnapView, TrendMicro Security dan ZenUI Instant Updates yang dapat menjamin keamanan privasi dan juga meningkatkan kenyamanan anda.

Spesifikasi Lengkap ASUS Zenfone 2 Laser 5.0 ZE500KG

  1. Platform : Android OS 5.0 Lollipop
  2. Pilihan Warna : Black, Ceramic White, Silver, Sheer Gold, Glamour Red
  3. Display : 5 Inches 1280x720 Full HD, Corning Gorilla Glass 4 
  4. CPU : Qualcomm Snapdragon MSM8916 QuadCore 1.2 GHz
  5. RAM : 2 GB
  6. Storage : 8 GB/16 GB plus 5 GB free lifetime ASUS WebStorage, Slot Micro SD up to 128 GB
  7. Kamera : 5 MP Front Camera (Pixel Master, Auto Focus), 8 MP Rear Camera (Pixel Master, Auto Focus, Wide View)
  8. Konektivitas : WLAN 802.11/b/g/n, USB, Bluetooth V4.0
  9. Navigasi : GPS, GLONASS, AGPS
  10. Sensor : Accelerator, E-Compass, Ambient Light Sensor, Hall Sensor
  11. Audio : Sonic Master, Dual Microphone dengan Noise Cancellation
  12. App : Google App, ASUS Sync, My Cloud, File Manager, My Library, Super Note, BBM and Whats App Ready

Harga ASUS Zenfone 2 Laser 5.0 ZE500KG sendiri ada dua yaitu :

ASUS Zenfone 2 Laser 5.0 ZE500KG (2GB RAM/8GB Storage) : Rp. 1.849.000
ASUS Zenfone 2 Laser 5.0 ZE500KG (2GB RAM/16GB Storage) : Rp. 1.999.000

Dengan harga yang sangat terjangkau, kita dapat memiliki sebuah smartphone mewah dengan kelas premium. Saya rasa, akan menjadi sebuah kesalahan besar apabila kita tidak memasukkan ASUS Zenfone 2 Laser 5.0 ZE500KG ke dalam daftar smartphone idaman kita selanjutnya.

Terima kasih dan semoga bermanfaat untuk anda.

Referensi : http://www.asus.com/id


Menjadi Panitia Politika Brawijaya 2015

Mengikuti kepanitiaan dalam sebuah acara sepertinya menarik. Itu yang terbayang dalam pikiranku. Ketika semester satu dan dua aku tidak mengikuti kegiatan organisasi sama sekali. Aku ingin mendapat pengalaman berorganisasi. Meski hal tersebut menyita waktu luangku untuk bersenang-senang. Bermalas-malasan, tidur-tiduran sambil membaca buku. Aku sebenarnya jadi jarang membaca buku karena mulai sibuk dengan berbagai kegiatan.

(Ini poster acaranya)

Pertama kali aku melihat poster acara Politika Brawijaya, bagus posternya. Kemudian aku melihat ada open recruitmen menjadi panitia. Aku langsung daftar dan memilih dua divisi. Satu divisi Liaison Officer (LO) dan satu lagi divisi kestari. Alasan aku memilih dua divisi itu, untuk divisi LO aku sama sekali nggak tahu itu job desknya gimana. Kalau kestari sepertinya berhubungan dengan surat-menyurat. Oh iya, sebetulnya aku mendaftar di dua acara lain, dan dua-duanya diterima divisi kestari. Saran dari aku, divisi kestari tidak menantang, untuk kamu yang suka tantangan aku tidak merekomendasikan divisi ini.

Aku menjalani screening yang dilakukan oleh wakil ketua pelaksana. Intinya jawab pertanyaan dengan jujur. Kalau tidak tahu, bilang tidak tahu. Beberapa pertanyaannya kritis, dan bahkan aku diajukan kasus-kasus yang akan terjadi di lapangan. Aku berharap besar semoga bisa lolos menjadi panitia di acara Politika Brawijaya 2015. Seminggu kemudian ada pengumuman. Dan alhamdulillah aku lolos jadi panitia divisi LO. 

Politika Brawijaya 2015 adalah kompetisi debat nasional dan juga ada seminarnya. Aku pertama kali ikut rapat besar. Dari divisi LO tidak sampai setengahnya yang datang. Minggu berikutnya malah semakin sedikit yang datang. Padahal divisi LO anggotanya paling banyak. Baru awal-awal disuruh mencari kontak presma seluruh universitas di Indonesia. Bukannya ini tugas humas? Ketua divisi LO juga menghilang. Lalu digantikan oleh mas Haniful namanya. Kesibukannya bukan main, malah sepertinya dia lebih sibuk daripada aku. Anggota divisi LO punya kesibukan masing-masing, makanya banyak yang tidak datang pas rapat. Aku mencoba berpikir positif.

Aku yang sibuk saja bisa datang, kenapa yang lain tidak? Aku tetap berpikir positif. Ketuanya yang sibuk sekali saja bisa datang, kenapa yang lain tidak? Lagi-lagi aku tetap berpikir positif. Divisi danus belum mendapat sponsor. Ketua pelaksana dan wakilnya tampak gelisah. Aku bertanya kepada kapelnya ketika h-7 acara, "apakah sudah dapat sponsor?" Jawabannya, "belum". Acara sebesar ini belum dapat sponsor. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi.

Hari pertama aku datang jam lima pagi di gedung rektorat. Ada briefing panitia sebelum acara dimulai. Aku menjemput langsung timku ke hotel griya UB. Tidak ada pantia yang menjemput langsung kecuali aku. Karena memang peserta harus datang sendiri ke gedung rektorat. Timku berasal dari Surabaya, yaitu Universitas Airlangga (UNAIR). Sebetulnya aku ada dua pilihan UNAIR atau UNIV 17 Agustus. Aku terserah pilih yang mana. Akhirnya aku menjadi LO tim UNAIR. Satu cewek dan dua cowok. Yang cewek sudah sangat siap, yang cowok belum. Kami kemudian berangkat menuju gedung rektorat.

Technical meeting dijelaskan peraturannya, tim-tim yang akan bertanding dan sebagainya, langsung aku skip. Kami lalu menuju ruangan yang sudah di sediakan. Di dalam ruangan itu aku menjadi moderator dan temanku divisi LO menjadi time keeper. Di dalam ruangan kelas itu, ada juri, ada timku dari UNAIR dan tim temanku dari STIKES YARSI Mataram. Aku baru tahu debat itu seperti apa ketika menyaksikannya langsung. Seru sekali, aku jadi ingin mengikuti kompetisi debat. 

Menit pertama satu ketukan, tandanya diperbolehkan interupsi atau bertanya. Menit keempat satu ketukan, tandanya interupsi sudah tidak diperbolehkan. Menit kelima dua ketukan. Lima menit dua puluh detik, ketukan berkelanjutan, ketuknya berkali-kali, tapi pelan-pelan. Interupsi waktunya hanya 15 detik. Oh iya, sebelum debat ada case building selama lima belas menit. Mosinya diberikan sebelum case building.

Setelah debat kami keluar ruangan sambil menunggu hasil dari juri. Selang beberapa menit kami masuk ke dalam ruangan. Juri kemudian menjelaskan tentang hasil debatnya dan saran-saran untuk kedua tim. Kemudian diputuskan pemenangnya tim UNAIR, yeay! Aku merasa senang sekali timku yang menang, meski aku hanya sebagai LO-nya. Debat kedua di mulai sore sehabis makan siang. Peserta makanannya nasi kotak, panitia makannya nasi bungkus yang isinya sedikit sekali. Katanya untuk menghemat dana.

Debat kedua kali ini aku menjadi time keeper. Lawannya dari Universitas Indonesia (UI). Debat berlangsung seru. Setelah debat berakhir kami keluar ruangan untuk menunggu keputusan juri. Aku mengambil hasil skor dari juri, lalu membawanya ke ketua juri. Kemudian aku masuk dan mendengar keputusan juri. Aku tidak tahu siapa yang menang. Tetapi sepertinya timku yang menang. Aku tidak menanyakannya, biarkan waktu yang menjawab.

Selesai acaranya jam delapan malam. Untuk acara hari ini, tidak terlalu molor, masih bisa dikatakan tepat sesuai rundown acara. Habis acara masih ada rapat evaluasi sampai jam sepuluh. Aku pulang jalan kaki lelah sekali. Besoknya berangkat lagi jam lima pagi. Sebelum dimulai acaranya ada briefing panitia. Debat lagi, kali ini saya menjadi moderator. Lawannya dari Universitas Padjajaran (UNPAD). Seru sekali, ini yang membuat saya tertarik untuk ikut kompetisi debat. Skip, langsung hasilnya, tim saya yang lolos, yippi..

Dari total 30 tim, hanya 12 tim yang masuk ke babak selanjutnya. 4 tim sudah dipastikan lolos. 8 tim bersaing memperebutkan kuota 4 tim untuk babak selanjutnya. Dan timku ada di 4 tim yang teratas keren sekali. Tapi tidak enaknya harus menunggu tim yang lain bertanding. Aku benci menunggu. 8 besar sudah diumumkan. Timku melawan tim UB. Pikiranku sudah tidak enak. UB-kan tuan rumah, pasti dia yang menang. Tapi aku mau timku yang menang.

Debat kali ini aku menjadi moderator lagi. Meski pun lelah karena belum makan dari pagi, aku tetap berpura-pura terlihat semangat. Ada perbedaan pada debat kali ini. Di dalam ruangan ada penonton, wow. Debat berlangsung seru sekali. Tinggal satu langkah lagi menuju semi final. Tetapi ketika pengumuman, jleb. Tim UB yang lolos. Aku sedih, kecewa. Timku sepertinya juga sedih meski mereka tidak memperlihatkannya. Timku pun ingin pulang, tetapi aku tidak bisa bawa motor. Aku minta divisi transko, katanya mereka nggak menyediakan layanan antar jemput peserta. Aku sedih sekali, ada perasaan nggak enak. Sudah kalah, tidak diantar pulang.

Senin, hari terakhir. Semoga kamu belum bosan baca sampai sini, boleh istirahat dulu kok. Hari ini ada seminar nasional dan final debat. Semi finalnya, UI ketemu UNPAD, sama UI ketemu UB. Dan hasilnya, UB lawan UNPAD. UI tidak ada yang lolos, kasihan sekali. UNPAD dan UI yang timnya paling banyak ikut kompetisi debat kali ini. Skip langsung pemenangnya adalah... Tim UB. Selamat UB dapat hadiah juara pertama dan selamat juga untuk UNPAD juara kedua, selamat untuk UI juara ketiga.

Seminar nasionalnya gagal karena walikota Bogor berhalangan hadir. Diganti dengan talkshow yang menurut saya tidak menarik. Kemudian ada penampilan Indra Idol yang kacau kalau saya bilang. Dia nyalahin soundsystemnya, tapi menurutku dia juga nggak terlalu bagus nyanyinya kok. Aku juga nggak tahu dia siapa, kamu tahu Indra Idol nggak? Kalau nggak tahu, kita sama.

Setelah talkshow ada bis wisata Malang. Bisnya tingkat dua dengan atap terbuka. Aku naik ke atas, menikmati pemandangan. Tapi karena diatas mulai penuh, aku pindah ke bawah. Kami jalan-jalan keliling Malang. Lewat jalan Ijen, melewati stasiun, kemudian sampai di toko oleh-oleh yang mirip seperti toko swalayan. Kemudian terakhir tujuan kami menuju stasiun untuk mengantar peserta.

Bisnya persis kayak gini

Pengalaman menjadi panitia merupakan pengalaman yang menarik. Karena aku bisa belajar dan mengerti bagaimana berjalannya suatu organisasi. Bagaimana bekerja sama dengan orang lain. Bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik. Intinya pengalaman merupakan sesuatu yang berharga dan aku bisa belajar darinya.

Tuesday, 10 November 2015

Cara Efektif Menghilangkan Rasa Mengantuk Pada Saat Seminar



Pada saat seminar, biasanya kalau sudah terlalu lama saya merasa mengantuk. Seminar memang terkadang membosankan dan membuat ingin tidur, jika tidak ada sesuatu yang menarik. Saya akan memberikan tips bagaimana menghilangkan rasa mengantuk pada saat seminar:

1. Makan

Kalau ada snack yang dibagikan oleh panitia, hal tersebut bisa mengatasi rasa kantuk. Tapi kalau bisa tidak perlu di simpan. Kalau dikasih oleh panitia, langsung dihabiskan saja, supaya bisa konsentrasi menyimak apa yang akan disampaikan oleh pemateri.

2. Minum

Minum membuat fokus, ada iklannya kan? Apalagi jika minumannya rasanya berbeda, kayak ada manis-manisnya. Minum menyegarkan pikiran. Minum air putih lebih baik daripada minum teh atau minuman bersoda.

3. Duduk di depan

Ini tips untuk yang datang ke seminar tepat waktu, bahkan sebelum seminar di mulai karena saking rajinnya. Bagus kalau anda salah satunya. Tipsnya yaitu dengan memilih tempat duduk di depan, kalau bisa pilih tempat duduk di belakang pemateri. Meskipun ini tidak menjamin akan menghilangkan rasa kantuk.

4. Bertanya



Ini tips terakhir yang butuh keberanian untuk mencobanya. Tapi ini juga merupakan tips paling efektif dalam menghilangkan rasa kantuk. Saya pernah bertanya di seminar dengan jumlah peserta mencapai lebih dari seratus orang. Saya mengangkat tangan tidak tahu apa yang ingin di tanya. Saya mengangkat tangan dengan kepala tertunduk.

Saya pikir yang lain yang akan di pilih. Ternyata dugaan saya salah, malah saya yang dipilih. Saya belum buat pertanyaan tapi sudah angkat tangan, apakah kamu sudah pernah mencoba seperti yang saya lakukan? Belum ada pertanyaan tapi sudah angkat tangan. Rasanya deg-degan, nervous, tetapi saya tetap berpikir positif. Saya bertanya, kemudian duduk. Setelah itu tidak ada lagi rasa kantuk.

Terima kasih dan semoga bermanfaat untuk kamu.

Friday, 16 October 2015

Study Excursie Prodi Ilmu Perpustakaan

Study Excursie (SE), jadi seperti kuliah, tetapi langsung terjun ke lapangan. Sudah bisa ditebak saya akan kemana? Ke perpustakaan, tepat sekali. Bayarnya tiga ratus ribu, katanya makannya lima kali. Study Excursie ini berlangsung dua hari. Hari senin jam lima pagi katanya sudah harus ngumpul. Pasti terlambat, sudah saya duga sebelumnya. Saya datang kurang dari jam lima, berangkatnya jam enam. Kapan ya suatu acara tidak jam karet? Saya jadi ingin membuat seminar atau suatu acara, dan tepat waktu, itu intinya.

Waktu itu saya pernah mengikuti seminar tentang desa. Mungkin akan saya ceritakan lebih lanjut di postingan berikutnya. Intinya, ditulisannya jam delapan pagi, mulainya jam sepuluh. Bisa dibayangkan, betapa telatnya. Saya sampai bosan menunggu. Menunggu sesuatu yang pasti saja menyebalkan, apalagi menunggu sesuatu yang tidak pasti. Sebenarnya ini hanya masalah kedisiplinan, seharusnya displin dan tepat waktu itu ialah kunci sebuah acara.

Kembali ke SE. Persiapan saya hanya membawa dua baju, sama satu celana. Udah gitu aja. Nggak bawa snack, perlengkapan mandi dan sebagainya. Masalahnya saya hari minggu ada diklat RSC. Pulangnya sore menjelang malam. Saya udah kelelahan, duit dah habis. Mau beli snack, nggak punya duit. Mau bawa perlengkapan mandi juga lupa dan baru ingat ketika sudah sampai di bis. Jadi saya cuma bawa almamater sama baju dan celana ganti. 

Disuruh merapat, kemudian di absen. Dibagikan id card sama rundown acara. Ketika sudah didalam bis, kami dapat snack dan minum. Saya senang sekali, isinya ada dua roti, sama minum. Pertama, kami jalan ke Surabaya. Lebih tepatnya ke Badan Perpustakaan dan Arsip Jawa Timur. Kami masuk ke dalam, lihat-lihat tempatnya. Pakai almamater biar kelihatan keren. Setelah lihat-lihat, kami dikumpulkan di sebuah tempat, kursinya sekitar seratus lebih. Sebelum masuk dikasih snack, isinya roti. Kalau dikasih snack, langsung saya habiskan. Bapaknya lebih bicara ke undang-undang tentang pelayanan publik, survei kepuasan masyarakat, keterbukaan informasi publik.

Istirahat, shalat dan makan. Makan sambil bisnya jalan, goyang-goyang. Tapi saya nggak pusing, tumben. Selanjutnya ke perpustakaan UNAIR. Kami disambut oleh himpunan prodi perpustakaan UNAIR. Masih pakai almamater. Jalan kaki dari bis, ke perpustakaan. Kami bersama-sama masuk ke dalam perpustakaan UNAIR. Di dalam auditorium, sebelum masuk dikasih snack lagi, isinya roti, nyam-nyam.

Dosennya membanggakan prodi ilmu perpustakaan UNAIR. Katanya prodinya sudah berdiri 12 tahun, terakreditasi B. Sedangkan prodi Ilmu Perpustakaan UB sendiri, baru berdiri 5 tahun, sudah terakreditasi A. Saya mau bilang begitu, tapi nggak enak, yaudah saya habiskan saja rotinya, untung rotinya enak. Kemudian kepala perpustakaan UNAIR yang berbicara, ternyata dia alumni UB, dan membanggakan UB, anak-anak pada tepuk tangan.

Setelah ke perpustakaan UNAIR, dilanjutkan ke perpustakaan Universitas Kristen PETRA. Keren sekali perpustakaannya, bagus, kayak mall. Terakreditasi A. Ini baru perpustakaan, nanti saya mau magang disini. Soalnya perpustakaannya teroganisir dengan baik. Dan juga fasilitasnya lengkap, desain ruangannya juga bagus. Sebelum pulang, dikasih snack lagi, isinya roti. Rotinya lembut, tetapi lingkaran ujungnya keras. Subhanallah, enak sekali, perpaduan lembut dan keras.

Menunggu, menunggu, menunggu. Bisnya mogok atau gimana, saya nggak tahu. Menunggu dari jam lima sore sampai malam jam sembilan kalau nggak salah. Jam sepuluh dapat makan. Yeay. Akhirnya makan juga. Setelah makan. Bisnya berangkat. Kali ini kami berangkat ke Jogja. Tidur di bis.

Jam setengah lima. Sampai disebuah masjid. Mandi di kamar mandi. Saya nggak mandi, cuma ganti baju. Setelah itu berangkat lagi, kali ini ke perpustakaan UII. Saya agak kesal sebenarnya, awal-awal berangkat lagunya bagus, tapi sekarang? Lebih banyak lagu dangdut. Meski lagu dangdut ada yang enak juga, tapi saya nggak suka.

Begitu sampai di UII. Gedungnya bagus sekali. Katanya ada candi yang ditemukan sewaktu ingin membangun perpustakaan. Perpustakaan UII terakreditasi A. Sebelum jalan-jalan melihat perpustakaan UII, ada diskusi terlebih dahulu. Dan dapat snack, isinya paling banyak dari yang lain. Ada roti, risol, kue lembut, ada kue pisang. Penjelasan materi dilakukan oleh kepala perpustakaan UII. Kemudian ada sesi tanya jawab. Yang bertanya dapat buku pedoman, saya angkat tangan. Bertanya. Dapat buku!


Perpustakaan UII Jogja
Perpustakaan UII

Saya jadi mau magang disini juga. Perpustakaannya bagus sekali. Desainnya bagus, luar dan dalam. Keren pokoknya. Banyak yang foto-foto. Sebenarnya saya nggak suka di foto. Tapi sekali-kali bolehlah, ternyata menyenangkan juga. Si Afib, dia menjadi panitia PDD. Bawa kamera yang bagus. Saya jadi ingin mencoba foto pakai kamera itu.

Setelah ke UII, kini saatnya ke perpustakaan UGM. Diluar ekspektasi saya. Perpustakaannya tidak terlalu menarik. Kami datang, tidak suguhi snack, tetapi hanya air mineral dan gantungan kunci. Kata teman saya, satu gantungan kunci harganya sama seperti satu snack. Sebelumnya memang dalam perjalanan ke UGM, di dalam bis sudah dikasih makan siang, nasi kotak. Tetapi saya masih mau snack. Lalu ada sedikit penjelasan dari pemateri. Pak Wahyu menjelaskan bahwa dia sudah menulis buku. Saya jadi termotivasi untuk menulis buku juga.

Sehabis dari perpustakaan UGM, kami ke perpustakaan UIN SUKA (Sunan Kalijaga). Masjidnya luar biasa. Luas dan bagus. Lalu dilanjutkan ke perpustakaan, yang katanya memiliki layanan bagi pemustaka disabilitas. Saya lihat perpustakaannya, biasa saja. Tetapi di perpustakaan ini, saya menemukan fenomena sosial! 


Fenomena Sosial
Itu jalan buat disabilitas, bukan buat parkir mobil


Bukankah seharusnya jalan itu bagi pemustaka disabilitas? Kenapa parkir kendaraan disitu. Ini merupakan masalah. Ingin saya tanya dalam diskusi. Akhirnya kami masuk ke dalam sebuah ruangan. Saya tidak mendapat apapun, tidak dapat snack dan air mineral. Kepala perpustakaannya datang, berbicara, terus udah, jalan-jalan. 

Kemudian ke Malioboro. Ramai sekali. Banyak kegiatan transaksi jual beli. Saya mengikuti Afib. Dia membeli bakpia, saya juga ikut beli. Saya membeli dua jam tangan. Si Afib beli dua baju, sama jam tangan. Duit saya cuma sedikit, jadi nggak bisa beli baju, padahal bajunya bagus. Setelah keliling-keliling, kami kembali ke bis. Perjalanan selanjutnya kembali ke Malang.

Thursday, 1 October 2015

Kuliah Sore


Berjalan menuju tempat kuliah. Rasanya menyenangkan, tetapi yang mengganggu adalah asap kendaraan, asap rokok dan lain-lain. Jika terbebas dari asap tersebut, pastilah menyenangkan sekali. Saya berjalan melewati jalan raya, masuk ke gerbang dengan ornamen gapura, berwarna batu bata, menghirup udara karbon dioksida dan oksigen yang bercampur menjadi satu. Terlihat satpam sedang mengecek SIM pengendara motor yang lewat satu-persatu.

Saya berjalan melangkah, melewati gerbang. Disamping kiri beberapa atm, berjajar rapi, sama rapinya dengan orang yang menunggu masuk. Menyebrang jalan. Melihat sebuah gedung yang bagus, tempat calon-calon dokter dilahirkan. Betul sekali, Fakultas Kedokteran. Sebenarnya saya ingin masuk sini, disuruh ibu saya juga, cuma saya lebih memilih Ilmu Perpustakaan. Tetapi saya tidak menyesal dengan hal itu, karena dimanapun kita berada, kita harus tetap optimis pada masa depan.

Kuliah sore, agak melelahkan sebenarnya. Dari sore sampai malam. Setelah selesai kuliah, saya pulang berjalan kaki. Berebut oksigen dengan pohon-pohon dan tanaman. Bahkan mereka mengeluarkan karbondioksida sangat banyak. Bisa-bisa saya kehabisan oksigen. Napas saya terengah-engah, ketika selesai berlari. Agar segera sampai dikosan. Meskipun jalan saya cepat, tetapi lebih cepat berlari. Cuma saran saya, jangan lari pada malam hari, soalnya pohon-pohon banyak mengeluarkan karbondioksida.

Saya berjalan melewati jalan raya. Kembali melangkah dengan perut hampa. Mendongakkan kepala, melihat harga di SPBU. Hmm.. harganya masih tetap sama, dan juga masih banyak motor yang mengantri membeli bensin. Kenapa ya pada naik motor? Kenapa nggak jalan kaki? Atau kalau boleh naik sepeda? Tidakkah kau sadar, polusi dimana-mana. Membuat sesak. Apalagi mereka yang terkena kabut asap, atau jerebu, saya merasa empati.

Sunday, 27 September 2015

Sibuk!

Satu kata untuk mewakili hari-hari yang sedang saya jalani. Ya! Sibuk! Saya waktu semester 1 dan 2, kuliah sepertinya banyak waktu luangnya. Sedangkan saat ini ketika memasuki semester 3, saya ingin mendapatkan pengalaman dari organisasi atau menjadi panitia disebuah acara. Saya sudah mendaftar organisasi dibidang jurnalistik. Sepertinya banyak diskusi dan debat. Debatnya seru juga.

Kalau jadi panitia, saya mendaftar di tiga acara sekaligus. Proses Screening sudah saya jalani. Intinya kalau diberi pertanyaan, jawab dengan jujur. Kalau tidak tahu, ya bilang tidak tahu. Toh, mereka yang menjadi presiden BEM misalnya, dulu juga belum pernah punya pengalaman. Dan yang paling penting itu pengalaman organisasi saat SMA harus ditulis. Soalnya nanti ditanya pengalaman organisasinya. Saya pernah ikut Rohis dan Klub Matematika.

Saat ini saya sedang menjadi panitia di tiga acara. Dua acara saya memilih divisi kestari dan satu acara divisi Liaison Officer. Untuk apa repot-repot jadi panitia? Yang pasti, dengan menjadi panitia, kita dapat menambah link teman. Kita juga bisa belajar lebih jauh mengenai proses berjalannya suatu organisasi. Dan itu tidak didapatkan saat kuliah. Mengenal berbagai karakter orang yang berbeda-berbeda. Kita hidup untuk saling mengenal.

Untuk pertama kalinya saya menjalani rapat. Agak tegang juga, soalnya baru pertama kali. Saya mendapat pengalaman berharga. Saya tidak menyesal ketika semester 1 & 2 tidak bergabung diorganisasi. Karena itu memang tujuan saya. Saya ingat apa yang dikatakan salah seorang dosen, katanya untuk semester 1 & 2, fokuslah pada IP dan kuliah, baru pada semester 3 dan seterusnya bergabung dengan organisasi kampus.

Tujuannya apa? Untuk membuat stabil IP. Kalau IP diawal-awal sudah bagus, bisa diproyeksikan ke depannya juga bagus. Kalau dipilih antara masa SMA dan kuliah saat ini lebih enak mana? Saya agak bingung juga. Kalau di SMA enaknya bisa main bola, tapi jadwalnya bikin capek, masuk jam tujuh pagi, pulang jam tiga sore. Kalau kuliah kan kadang pagi, kadang siang, kadang sore, bebas, pakaiannya juga bebas.

Kalau ditanya lebih enak mana? Saya menjawab, lebih enak kuliah. Karena kebebasan pilihan ada ditangan. Saya merasa punya tanggung jawab terhadap diri sendiri. Saya menjadi disiplin. Menentukan jalan hidup sendiri, mau sukses atau tidak. Saya harus rajin, disiplin dan penuh hormat. Dosen itu guru. Jadi harus dihormati. Mahasiswa kadang merasa seenaknya saja. Tidak menghormati dosen.

Ketika kuliah, yang paling penting itu keberanian. Pemberani itu penakut yang memberanikan diri (Mario Teguh). Kenapa keberanian menjadi penting? Karena tidak semua orang berani melakukannya. 



Friday, 18 September 2015

Belanja Online VS Konvensional, Mana Yang Lebih Baik?



MatahariMall.com


Saat ini internet telah menjadi sesuatu yang penting. Internet telah banyak mengubah hidup orang, hal tersebut tak dapat dipungkiri. Menurut survei yang dilakukan oleh Nielsen tahun 2013, 56% orang Indonesia memilih untuk membeli tiket pesawat secara online. Badan Pusat Statistik juga mengungkapkan bahwa lebih dari 77% masyarakat memilih mencari informasi sebelum membeli barang di internet.

Dengan internet kita dapat melakukan berbagai aktivitas, seperti browsing, searching, membuka media sosial, ngeblog dan sebagainya. Sepertinya internet menjadi kebutuhan yang penting untuk saat ini. Tanpa internet, kita tidak dapat menulis di blog.

Bagaimana dengan kebiasaan berbelanja sendiri? BMI Research menyatakan bahwa shopper online merupakan 24% dari total pengguna internet dinegara ini. Yang menjadi pertanyaan adalah apa arti statistik tersebut. Itu berarti kegiatan berbelanja secara online mulai menjadi pilihan banyak orang, terutama masyarakat perkotaan.

Apa yang membedakan antara kegiatan berbelanja secara online dengan berbelanja konvensional atau biasa? Saya akan menjelaskan beberapa kelebihan dan kekurangan berbelanja secara konvensional:

Kelebihan
1.  Anda dapat langsung melihat produk yang akan dibeli, mencobanya sendiri dan menerimanya langsung.
2. Langsung bertemu dan berkomunikasi dengan penjual dan dapat membangun sebuah hubungan baik.
3. Membayar langsung ditempat

Kekurangan
1. Anda harus berpergian ke toko tersebut, berarti mengeluarkan uang transportasi
2. Keterbatas waktu dan jarak
3. Beberapa toko tidak memberi pilihan pembayaran yang beragam

Bagaimana dengan kegiatan berbelanja secara online? Berbelanja secara online pun memiliki kelebihan dan kekurangan, ini dia:

Kelebihan
1. Mudah dan praktis, anda dapat langsung membeli tanpa perlu keluar rumah
2. Ada banyak pilihan barang
3. Anda bisa memilih barang tanpa tergesa-gesa
4. Tidak dibatasi jarak dan waktu
5. Banyak promosi
6. Cara pembayaran lebih beragam

Kekurangan
1. Barang yang diterima, mungkin tidak sama dengan yang dipesan
2. Risiko barang hilang atau rusak pada saat pengiriman
3. Risiko penjual adalah penipu
4. Rawan pencurian data saat bertransaksi secara online

Seperti yang anda lihat, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Menghakimi bahwa yang satu lebih baik daripada yang lain, bukanlah hal yang bijak. Itu semua tergantung pada prioritas anda. Pilihan yang satu mungkin lebih baik daripada pilihan yang lain. Bagi anda yang ingin melakukan kegiatan berbelanja secara online untuk pertama kalinya, anda bisa Kunjungi Online Shop MatahariMall.com.

Friday, 11 September 2015

Pengalaman LDKS

Pengalaman LDKS

Saya mendaftar untuk ikut LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) dengan biaya waktu itu lima puluh ribu, dan waktu itu hanya sedikit yang ikut, tidak sampai lima puluh siswa sepertinya. Saya berangkat dari rumah, seperti biasa jam setengah enam pagi supaya nggak macet. Saya naik angkot, kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki.

Terlihat mobil tentara, bentuknya kayak gitu. Katanya acaranya sekitar dua atau tiga hari, disebuah tempat di Bandung. Mobil tentara dengan asap hitam, mengganggu pernapasan. Mobil hanya ada dua, untuk sekitar lima puluh siswa, ditambah dengan guru-guru. Tapi ada juga guru yang naik mobil. Muat gak muat, paksa! Muat-muatin.


Saya bukan duduk ditempat duduk, tetapi ditengah-tengah, dibawah. Banyak yang kayak saya, sekitar lima orang duduk dibawah lantai, karena memang kursinya penuh. Terkadang berdiri, kalau udah pegel ya duduk. Perjalanan yang cukup lama. Hawa dingin mulai merasuk ke dalam mobil. Mobil ini melalui jalan tol menuju Bandung. Telinga saya berdengung, tanda dataran mulai berganti, dari dataran rendah menuju dataran tinggi.

Setelah perjalanan yang cukup melelahkan. Akhirnya kami sampai ditempat tujuan. Dari seluruh siswa, dibuat beberapa kelompok. Satu kelompok terdiri dari 4 - 5 orang. Untuk masalah makan, satu kelompok diberi jatah dua nampan. Jadi makannya sama-sama dalam satu nampan. Solidaritas diutamakan disini. Nggak boleh ada satu bulir nasi yang jatuh ke tanah. Nggak boleh ada yang nggak habis, kalau nggak kena hukuman.

Setelah makan, boleh istirahat. Tidur yang pasti bukan dikamar, karena kamarnya sempit. Jadi tidur dimana aja, ada lantai? ya tidur. Lantainya terbuat dari kayu. Ada yang makan, ada yang jalan-jalan. Kalau saya lebih milih tidur. Setelah istirahat jalan-jalan. Kemudian mengikuti berbagai game yang lumayan seru. Ada juga materi yang disampaikan guru tentang leadership.

Untuk pertama kalinya naik flying fox. rasanya deg-degan dan menegangkan, seru. Manjat tebing juga, jatuh, padahal kayaknya gampang. Pengen nyoba lagi, nggak enak sama yang belum nyoba. Outbondnya bagus, banyak pengunjung yang datang kesini untuk liburan. 

Yang paling nyeselin itu pas dipaksa untuk bangun pagi. Lagi enak-enak tidur. Prak-prak-prak, bangun, bangun, woi, bangun, woi! Padahal tidurnya cuma sebentar. Ada senam pagi, yang menurut saya membosankan. Berenang dikali, saya nggak bisa berenang, dipaksa berenang. Terpaksa saya berenang.

Banyak kegiatan yang menarik, memberikan pelajaran bahwa, menjadi pemimpin itu harus jujur, bertanggung jawab, memiliki intergritas dan solidaritas. Setelah tiga hari acara itu, entah kenapa ketika perjalanan pulang terasa menjadi lebih menyenangkan. Sayangnya tidak untuk salah satu teman saya yang terkena diare. Karena susah mencari kamar mandi ketika diperjalanan. Ketika sudah sampai dirumah, pluk, selamat datang kasur.  Jangan tanya saya bangun jam berapa.




Friday, 3 July 2015

Pulang ke Rumah

Pulang ke Rumah

Alhamdulillah, akhirnya saya bisa pulang. Setelah enam bulan dikosan. Perjalanan pulang melelahkan sekali. Dari Malang menuju Jakarta. Saya naik kereta api Matarmaja. Sekarang keretanya jadi lebih bersih dan ACnya juga jadi lebih terasa. Perjalanan yang lama sekali, sekitar hampir 17 jam. Pegel duduk terus, yang paling nggak enak kalau ke toilet, goyang-goyang.

Berangkat jam tiga sore dari kosan. Saya naik angkot dari depan gerbang Veteran, menuju stasiun Malang. Sekitar jam empat, kami sampai di stasiun. Hanya menunggu sebentar, kami lalu masuk ke suatu tempat. Ramai sekali, banyak orang mengantri. Karena kereta berangkat jam lima sore, jadi sudah banyak yang ingin masuk ke dalam kereta.

Berangkat jam lima sore, sampai jam sepuluh pagi di Stasiun Pasar Senen. Pengalaman ini merupakan pengalaman yang kedua saya pulang naik kereta api. Rasanya pegal-pegal, tetapi hilang seketika ketika sudah dekat dengan stasiun tujuan. Banyak orang berbondong-bondong keluar dari stasiun. Membawa banyak barang, berdesak-desakkan.

Begitu keluar, ternyata kami tidak perlu menunggu terlalu lama. Karena Ayah saya datang menjemput, bersama adik-adik saya yang kecil di dalamnya. Kami pergi menuju ke rumah sakit, karena ibu saya sedang berada di rumah sakit, karena Kakek saya sedang sakit. Setelah menjemput ibu saya, kami pulang ke rumah. Saya langsung tepar, karena tidur dikereta itu, rasanya tidak enak.

Wednesday, 1 July 2015

Berbuka Bareng Teman Kuliah

Berbuka Bareng Teman Kuliah

Saya lagi bermain game, kemudian ada sms masuk dari teman. Dia minta untuk berbuka bersama bareng teman sekelas. Saya lagi mager dan punya firasat bahwa, pasti acara berbuka ini, lama nunggunya dan seperti acara berbuka yang sebelum-sebelumnya, sama seperti masa lalu, karena saya sudah belajar dari masa lalu. Saya memang plin plan. Saya bilang mau, tapi saya juga sebenarnya tidak mau.

Dengan terpaksa, mengumpulkan segenap kemauan, akhirnya saya siap-siap untuk berangkat. Naik motor dijemput oleh Afib yang sudah menunggu di depan kosan. Kami kemudian berangkat menuju ke tempat tujuan. Ternyata harus menunggu disuatu tempat, yaitu di depan kampus, menunggu teman-teman yang lain. Menunggu, hmm... Rasanya tidak enak. Saya paling benci yang namanya menunggu.


Setelah lelah menunggu, akhirnya kami berangkat, bersama-sama, seperti pengendara motor. Jalanan lumayan macet, ternyata kemacetan bukan hanya milik Jakarta saja. Tiba-tiba rombongan pengendara motor itu berhenti. Ternyata teman-teman tidak tahu tempat berbukanya. "Aaaa," teriak dalam hati. Menyesal saya ikut bukber. Harusnya saya mendengarkan kata hati. Ternyata kata hati tidak pernah salah.


Menunggu beberapa saat. Kemudian kami berangkat lagi dan akhirnya sampai ditempat tujuan. Tempat makan yang sederhana. Namanya Tempat Makan Ciliwung. Pesan makannya jam setengah enam. Ketika orang-orang lagi berbuka puasa dengan nikmatnya, kami hanya bisa menahan lapar. Makanan baru datang sekitar jam tujuh malam. Mending saya pulang. Seharusnya saya belajar dari pengalaman yang sudah-sudah.


Mana makanannya nggak sesuai harapan. Ayamnya kecil, padahal awalnya saya pesan cumi goreng, tetapi cuminya habis. Nasinya sebakul kecil, buat rame-rame. Nunggunya lama. Pelayanannya lambat. Masaknya lama. Harganya mahal. Jus alpukat yang saya pesan, rasanya aneh. Tadinya saya pesan sayur, tapi nggak jadi, dicancel sama teman-teman karena kelamaan menunggu. Total harga makanannya 173 ribu, yang ikut bukber 10 orang.


Menyesal sekali makan ditempat itu. Buat yang ada di Malang. Tempat makan tersebut, sangat saya tidak rekomendasikan, kecuali jika kamu belum pernah mendapatkan pelayanan yang buruk, atau ingin mendapatkan penyesalan. Sebenarnya ada fotonya, ada di hp.


Postingan ini dibuat sudah seminggu yang lalu, baru saya publish, karena sekarang saya sedang berada di Jakarta. Di rumah memang menyenangkan. Tetapi tidak ada internet, sebenarnya belum diisi dan baru diisi sekarang, jadi kerjaan saya waktu tidak ada jaringan internet, yaitu main game, nonton tv sama belajar naik sepeda.

Wednesday, 24 June 2015

Tips Menabung yang Baik

Menabung, sebuah kegiatan yang sering sekali diucapkan oleh kalangan remaja. Contohnya, saya adalah anak yang rajin, baik hati, suka menolong dan rajin menabung. Menabung, seperti kata pepatah, hemat pangkal kaya. Jadi menabung itu baik. Dalam menabung, kita harus memperhitungkan banyak hal. Agar nantinya tidak kandas ditengah jalan.

Sebenarnya menabung itu baik, jika tujuannya jelas. Tetapi menabung dapat menyebabkan inflasi jika kita menabung terlalu lama. Jadi buat target yang realistis. Dalam beberapa tips menabung yang baik, akan dijelaskan lebih jelas lagi. Menabung merupakan kegiatan yang bermanfaat, jika dilakukan dengan baik, cermat dan teliti.

Kali ini saya akan memberikan bagaimana tips menabung yang baik.

1. Ingat Tujuan Awal Menabung

Biasanya kita tidak sabaran dalam hal menabung itu tidak sabaran. Uangnya masih sedikit dalam tabungan, ingin cepat-cepat diambil, lalu dihabiskan. Rasanya tidak puas sebelum uang yang ada dalam tabungan itu habis. Untuk mengatasi ini, kita harus ingat tujuan awal menabung. Dengan mencatatnya pada selembar kertas atau notes handphone. Dengan begitu, kita akan tetap menabung sampai target terpenuhi.

Tujuan awal yang pertama kali kita buat, harus relevan dan dapat dicapai. Supaya kita bisa segera mencapai tujuan tersebut dan membuat beberapa tujuan menabung berikutnya. Tujuan yang baik, akan membuat kita ingin menabung.

2. Konsisten

Menulis, ngeblog, belajar, bekerja dan sebagainya, semuanya membutuhkan konsistensi, termasuk dalam hal menabung. Jika kita tidak konsisten dalam menabung, kita tidak akan bisa mencapai target yang telah ditetapkan. Jadi berusaha untuk konsisten. Memang tidak mudah, tergantung kemauan yang kuat dari diri sendiri. 

Konsistensi dalam menabung dapat diperoleh dari ingat tujuan awal dan berkaitan dengan beberapa tips selanjutnya. Konsistensi menjadi sangat penting, karena dengan konsisten, semuanya dapat dicapai, tidak ada yang tidak mungkin. Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

3. Memilih Bank yang Tepat

Dalam menabung, kita harus memilih bank yang tepat. Memilih bank yang tepat dibutuhkan kecermatan dan ketelitian. Agar nantinya kita dapat menabung dengan baik dan aman tentunya. Memilih bank yang tepat menjadi mudah dengan adanya Cermati. Dengan Cermati, kita dapat memilih bank yang tepat, sesuai dengan keinginan. 

Tabungan ada berbagai macam jenisnya, mulai dari tabungan anak, tabungan bisnis, tabungan pensiun, tabungan pegawai, tabungan haji dan sebagainya. Dengan Cermati, kita dapat memilih tabungan yang sesuai dengan kebutuhan dan yang paling penting sesuai dengan keinginan. Menabung menjadi menyenangkan, jika targetnya jelas.

4. Efisiensi

Menabung membutuhkan efisiensi. Efisiensi dalam segala hal. Efisien artinya melakukan sesuatu secara tepat dan efektif, tidak membuang-buang waktu, tenaga, pikiran. Dengan Cermati, kita dapat memilih bank secara efisien, jadi lebih mudah. Tentunya menabung secara efisien dan efektif, dapat mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan.

5. Target

Tentunya menabung harus mempunyai target atau tujuan. Agar dalam menabung, kita mempunyai motivasi. Dengan motivasi, kita menjadi bersemangat dalam menabung. Target yang jelas akan membuat kita dekat dengan apa yang kita inginkan. Membuat target, tentunya harus relevan dengan keinginan. Dan juga membuat target harus realistis, agar target dapat dengan cepat dipenuhi.

Target yang baik, harus direncanakan dengan matang. Agar nantinya kita tidak menyesal. Dalam menabung, target yang baik, membuat semangat menabung menjadi lebih tinggi. Dengan adanya target, kita menjadi lebih suka dalam hal menabung.



Tuesday, 23 June 2015

Pergi ke Sendang Biru

Akhirnya saya bisa jalan-jalan. Sudah lama saya tidak jalan-jalan. Sebenarnya ini tugas mata kuliah Sistem Sosial Budaya, tetapi saya anggap ini sebagai rekreasi. Tugasnya tentang mewawancarai nelayan, atau penduduk sekitar. Entahlah, saya juga bingung masalah tugas. Terlalu banyak tugas. Pagi ini jam tujuh teman saya bernama Afib datang ke kosan. Dia menjemput saya menuju ke kosan Gary untuk berkumpul.

Saya, Afib, Amin, Bison, Gary. Kami berlima siap mengerjakan tugas. Ternyata saya dan Afib harus balik lagi ke kosan masing-masing karena lupa bawa jas almamater. Pertama ke kosan Afib, kemudian ke kosan saya. Saya mengambil jaket dan jas almamater. Setelah semua siap. Kami langsung pergi menuju Sendang Biru.

Perjalanan yang cukup lama tampaknya. Tetapi pantat saya sudah panas karena terlalu lama duduk. Kami mengobrol tentang impian Afib yang ingin mempunyai personal branding. Ketika sedang asyik mengobrol, ternyata kami ketinggalan jejak teman yang ada di depan. Tapi akhirnya kami dapat menyusul mereka.

Dari yang tadinya kota, sekarang mulai banyak pepohonan. Mulai ada tanjakan. Kuping saya "plong". Tanda perpindahan dari dataran rendah menuju dataran tinggi. Adem dan sejuk sekali. Pohon-pohon terlihat banyak. Tetapi mobil, motor dan truk tetap mengeluarkan polusi. Makin lama tanjakan makin curam. Jalanan makin berkelok-kelok. Tiba-tiba hujan muncul.

Kami lalu beristirahat sejenak. Akhirnya. Saya pegel juga kelamaan duduk. Saya maunya teh gula batu, sedangkan Amin, Bison dan Afib memesan kopi. Gary masih sibuk memakai jas hujan. Bukannya istirahat di tempat berteduh. Tapi dia pada akhirnya datang sendiri dan tidak memesan apa-apa. Tehnya hangat. Tempatnya cocok untuk melamun.

Karena merasa sudah terlalu berlama-lama. Kami langsung pergi ke tempat tujuan. Tidak menunda-nunda lagi. Meskipun hujan. Afib memakai jas hujan. Saya dibelakang memakainya. Saya jadi ingat ketika dianterkan oleh Ayah saya naik motor waktu SD. Ketika hujan, Ayah saya memakai jas hujan. Saya hanya bisa melihat kebawah. Melihat jalan yang terus bergerak.

Ketika sampai digerbang, kami harus membayar. Bayarnya sepuluh ribu. Ketika kami masuk banyak sekali kapal-kapal yang ada dilaut. Pemandangannya indah dan udaranya sejuk. Setelah Afib, Gary dan Amin memarkirkan motor. Kami jalan-jalan sebentar, sambil melihat-lihat. Kemudian kami lapar. Lalu mencari tempat makan.


banyak kapal, Afib

Biasanya ditempat wisata makanannya mahal. Memang. Semuanya lagi pada makan, cuma saya yang bengong. Yang lain pesannya sayur lodeh sama telor. Saya maunya mie. Soalnya saya udah lupa rasa mie instan. Ketika kami sudah selesai makan. Langsung kami pergi meninggalkan tempat tersebut. Berjalan kaki entah kemana. Ke pasar mungkin?

Berjalan kaki menyenangkan sekali. Sambil melihat pemandangan berupa pohon-pohon. Lalu ada sebuah palang. Dan ada seorang bapak-bapak. Bapaknya mengenakan seragam kedinasan. Ternyata bapak itu dari Dinas Perikanan. Gary langsung mengambil videonya. Terlihat bapaknya agak kesal, karena Gary tidak meminta izin terlebih dahulu. Jika kita ingin dipercaya oleh orangtua, jangan merekam suaranya, kata pak Mario. 

Amin mewawancarai bapak tersebut. Sementara Gary merekam melalui hpnya. Bison dan Afib duduk. Saya juga duduk sambil makan kerupuk, tetapi tetap mendengarkan penjelasan dari bapak tersebut. Setelah berbincang agak lama, kami memutuskan untuk pergi berpetualang lagi. Kami menyalami bapak tersebut. Kemudian pergi menuju lokasi.

Di setiap jalan, ada tempat bagus, foto-foto. Lagi jalan, foto-foto. Jalan sedikit foto lagi. Untuk pertama kalinya saya suka foto-foto. Entahlah. Kami berjalan-jalan menyusuri berbagai tempat. Ada laut, foto lagi. Ada tempat bagus, foto. Pokoknya foto lebih penting daripada tugas. 


Gary, Amin, Afib, Bison

Setelah berfoto-foto. Kami masih terus berjalan. Karena kami belum puas untuk berfoto-foto. Bertemu dengan tempat bagus, ya foto lagi. Ternyata foto-foto itu menyenangkan. Karena hari semakin panas. Sebaiknya kami pulang. Tugas juga sudah selesai. Akhirnya kami kembali ke parkiran.











Kami melewati palang dan si Amin mengucapkan terima kasih kepada bapaknya dari jarak jauh. Melewati jalan yang sama untuk pulang. Kembali ke parkiran dan kemudian naik motor. Ketika dalam perjalanan pulang. Saya dapat menikmati sejuknya udara. Rasanya adem, sejuk, segar, tenang, damai, dan menyenangkan. Lagi-lagi kuping saya "plung" tanda perpindahan dari dataran rendah menuju dataran tinggi.

Kali ini perjalanan pulang tampaknya lebih melelahkan karena tidak berhenti. Saya sudah pegel karena terlalu lama duduk. Pantat saya panas, nanti bisa tepos. Lagi-lagi jalanan berkelok-kelok. Sekian lama perjalanan, akhirnya kami berhenti. Isi bensin. Dan dompet saya terluka. Tetapi saya senang karena berhenti.

Setelah berhenti,  kami melanjutkan lagi perjalanan. Lama sekali, saya tampak mulai mengantuk. Badan juga sudah pegel-pegel. Afib kehilangan jejak Amin. Dan ternyata Afib tidak hafal jalan. Kemudian Afib membuka Google Maps. Kami pergi mengikuti jalan yang ada di Google Maps. Tetapi tampaknya Afib kebingungan. Jadi kami hanya mengikuti arus.

Dalam ketegangan tersesat. Tiba-tiba saya melihat secercah cahaya. Kami melihat plang bertuliskan Jl. Ijen. Akhirnya... Kami dapat pulang ke kosan masing-masing dengan selamat. Ketika sampai dikosan, saya melihat jam dinding menunjukkan pukul tiga sore. Saya masih lelah. Jadi saya beristirahat dan bermalas-malasan terlebih dahulu. 



Thursday, 18 June 2015

Mengenai Ideologi Negara

Mengenai Ideologi Negara

Saya suka sekali dengan mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Alasannya banyak, karena dosennya baik dan ngajarnya asyik, karena pelajarannya dan yang paling penting karena ketika UAS, ngisi soalnya dengan mengarang bebas. Asyik sekali, mengisi soal ujian sambil mengeluarkan argumentasi-argumentasi saya, tentunya didasari dengan penjelasan yang diterangkan oleh dosen. Bukan sembarangan asal jawab, tidak. Melainkan penjelasan dosen dan argumen dari tokoh terkenal berpendapat, saya hafal, kemudian saya tambahkan argumentasi saya sendiri. Nilainya didasarkan pada, semakin banyak yang ditulis, semakin tinggi nilainya. 

Sebelum UAS, saya presentasi mengenai ideologi, saya akan terangkan sedikit mengenai ideologi. Jadi ideologi itu adalah cita-cita, gagasan, ide, paham, pemikiran, konsep. Ideologi Negara adalah seperangkat pemikiran atau konsep mengenai negara/masyarakat yang dianggap paling baik. Definisi lainnya, ideologi negara adalah perangkat atau ajaran atau gagasan, yang di dalamnya terdapat kumpulan nilai suatu sistem, yang berkaitan dengan masalah keduniaan, disusun dalam satu aturan, sebagai pedoman kenegaraan atau politik.

Ideologi pancasila tidak hanya dijadikan sebagai kajian dan wacana pikiran, akan tetapi diaplikasikan dalam kenyataan di masyarakat, guna mewujudkan Masyarakat Pancasila yang dicita-citakan. Disebutkan bahwa Pancasila sebagai jiwa bangsa, kepribadian bangsa, pandangan hidup dan dasar negara. Seluruh sebutan itu menunjukkan betapa tingginya kedudukan Pancasila di dalam kehidupan kita sebagai bangsa.

Bila selanjutnya kita meninjau Pancasila dalam rangka ketepatannya sebagai ideologi bangsa, maka masalahnya sangat tergantung kepada ketahanan bangsa dalam mengembangkan ideologi tersebut. Ternyata daya tahan ini telah dibuktikan dalam sejarah sampai dewasa ini. Akhirnya kita menyadari, bahwa ideologi itu menyangkut masalah pelaksanaan, dengan demikian, maka peranan manusia sebagai pendukung ideologi itu sendiri, sangat menentukan dalam usaha menjadikannya sebagai suatu realitas hidup (living reality).


Monday, 15 June 2015

Kenangan di Bulan Ramadhan

Saya waktu kelas lima SD masih belum kuat puasa penuh. Siang hari panas sekali. Matahari menyilaukan cahayanya, terik sekali, membuat tenggorokan haus. Ketika saya sedang mengendap-ngendap ke dapur untuk minum. Ternyata ketahuan oleh ibu saya. Yaudah disuruh minum sama makan juga. Jadinya saya membatalkan puasa. Terus tetap lanjut lagi puasanya sampai adzan magrib.

Cerita selanjutnya. Ketika saya sedang menunggu adzan magrib. Semua makanan sudah tersedia. Macam-macam, ada bakwan, tahu (gorengan kesukaan saya), ayam rendang, minumnya sirup. Lalu terdengar bunyi adzan, "Allahu Akbar.. Allahu Akbar," langsung saja saya minum. Ternyata belum adzan. What? Saya tersedak. 

Bulan Ramadhan tahun lalu, sepertinya menyenangkan. Saya menulis sambil mengingat-ngingat kembali. Waktu itu saya masih SMA, ketika pulang sekolah pasti langsung bermalas-malasan bersama si kuning. Jadi bulan Ramadhan tahun lalu, saya masih bisa bermalas-malasan. Sebenarnya hanya beda tempat antara tahun lalu dengan tahun ini, yaitu di rumah dan dikosan. 



si kuning

Perubahan tentunya harus terjadi. Tahun lalu saya hanya tidur-tiduran, kemudian main game. Sekarang gimana? Masih tetap sama. Cuma beda status, yang tadinya pelajar ingusan sekarang jadi mahasiswa ingusan. Rasanya gimana? Biasa saja. Sepertinya tahun ini saya puasa dikosan. Entahlah. Semoga saya bisa menghadapi cobaan ini dengan sabar.

Yang pasti dituntut untuk mandiri. Kemudian harus nyiapin makanan sendiri. Saya tidak bisa membayangkan itu semua. Saya ingin pulang! :'(

Mulai hari ini, sampai beberapa hari ke depan, saya akan menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS). Sepertinya saya masih tetap akan ngeblog ke depannya. Ke depannya kita jalani dulu aja ya? Ogah, yaudah kalau begitu. Saya akan mengerjakan soal dengan sebaik-baiknya, menggunakan tips yang saya buat sendiri. Saya pulang barengan sama Aldo, naik kereta api, tut-tut-tut, nggaklah, bunyinya nggak kayak gitu.




Minta doanya ya teman-teman. Semoga bulan Ramadhan nanti, kita dapat menyambutnya dengan suka cita dan perasaan gembira. Doakan semoga saya dapat mengerjakan ujian dengan baik. Semoga mendapatkan hasil yang baik. Semoga kalian sukses!


"Tulisan ini diikutsertakan dalam Best Article Blogger Energy"