Wednesday, 29 April 2015

Apa itu Shopious?





                                                         
  MEDIA IKLAN TOKO ONLINE

Apa itu Shopious?

Shopious adalah sebuah website aggregator (baca: kumpulan) toko online instagram. Tentunya kita sudah tahu bahwa akhir-akhir ini, belanja online sedang booming di instagram. Shopious berusaha membuat proses berjualan di instagram lebih mudah lagi. Jadi Shopious sangat membantu penjual produk di instagram. Bisa diibaratkan Shopious itu sebuah mal online yang memajang barang dari toko-toko online lainnya. 


Saat ini toko-toko fashion online yang menyediakan berbagai pilihan fashion, dengan model trend terbaru dan harga murah, mulai menggeser dominasi toko-toko fashion dimall atau pusat perbelanjaan. Apalagi toko online tersebut dapat diakses dimana saja dengan menggunakan internet. Di shopious, kamu bisa menemukan toko-toko online yang ada di Indonesia.

Dengan fokus ke toko fashion, kamu bisa menemukan toko yang menjual pakaian, untuk pria, wanita atau anak-anak, ada toko sepatu, toko asksesoris, toko tas, toko aksesoris gadget dan sebagainya. Umumnya toko online di Indonesia menjual barang-barang import dari China, Thailand, Korea, Amerika dan Eropa. 




Ada yang ready stock dan ada juga yang harus pre-order terlebih dahulu. Selain itu ada juga toko-toko online yang menjual produk desain sendiri seperti brand-brand lokal Indonesia atau produk buatannya sendiri, seperti toko online batik. Semua profil toko di Shopious terhubung dengan profil Instagram mereka, sehingga kamu bisa langsung menghubungi mereka untuk melakukan pembelian.

Apakah toko-toko di Shopious terjamin (tidak menipu)?

Tentunya shopious sudah melakukan seleksi ketat terhadap toko-toko yang ada di dalam website. Tidak sembarang toko online bisa masuk ke dalam website shopious. Mereka terlebih dahulu harus membayar biaya membership dan sebelum itu, pihak shopious akan mereview dan mengajak bicara sang pemilik toko untuk mengetahui, apakah mereka online shop yang trusted atau dapat dipercaya, bahasa kerennya amanah. Pihak shopious ingin memberikan kenyamanan sepenuhnya kepada para shoppers (baca: pembeli) untuk berbelanja dengan aman. 


Shopious keren sekali menurut saya. Biasanya kan orang Indonesia, terutama cewek, kalau belanja suka ribet, jika memilih pakaian dan sebagainya. Sekarang menjadi mudah, caranya buka shopious, terus tinggal cari barang-barang yang disukai. Jadi seperti kita jalan-jalan ke mal, terus melihat berbagai toko-toko, kita masuk ke toko satu-persatu, bedanya ini secara online.

Ada sebuah cerita mengenai Shopious: Ada cewek bernama Shopi, dia menjual baju secara online untuk menambah penghasilannya. Dan ada seorang cewek, namanya ious yang suka banget belanja online. Shopi seperti pedagang online lainnya, hanya berjualan di sosial media, seperti instagram. Tapi tidak semua calon pelanggannya punya akun instagram, seperti ious. Dia lebih memilih belanja via web, karena lebih variatif dan lebih mudah diakses.

Shopious ialah media iklan toko online. Dengan shopious, kini shopi dapat menjangkau calon pembeli yang nggak punya instagram seperti ious. Cukup dengan posting di instagram seperti biasa. Secara otomatis, shopious akan mengambil dan mengkategorikan foto produk shopi, sehingga ious dapat dengan mudah mencari produk bedasarkan kategori, tidak perlu mencari dihastag instagram yang ribet, dan yang pasti lebih banyak pilihan untuk ious, praktiskan? Ayo gabung dan temukan toko online favoritmu di shopious.com

Tuesday, 28 April 2015

Melihat Dee di Festival Buku

Saya membaca buku Dee yang berjudul Supernova edisi pertama. Saya menemukannya di perpustakaan. Pertama kali membaca buku itu saya bingung, karena bahasanya terlalu berat, karena menggunakan bahasa ilmiah. Tapi ketika kita sudah masuk ke dalam jalan ceritanya, maka kita tidak dapat berhenti membaca buku tersebut.

Lalu ada acara Festival Buku Saya Suka Baca, dan ada mbak Dee. Acaranya dimulai pukul sepuluh pagi di Samantha Krida. Dan... saya datang jam dua belas siang, karena jam sembilan ada kuliah. Ternyata acaranya belum selesai, dan yang terpenting mbak Dee juga belum keluar, selamat anda beruntung *dalam hati. Saya kasihan sama yang datang dari jam sepuluh, duduk terus, takutnya pantatnya gitu deh. 

Ada diskusi tentang ub press dan moco. Moco itu sosial media, dan juga bisa membaca buku. Download aplikasinya di playstore, sudah sekitar sepuluh ribu orang yang sudah mendownloadnya.




Dan... Akhirnya saya melihatnya, penulis yang bernama Dewi Lestari, atau biasa disebut Dee. Seorang penyanyi asal Bandung, yang sekarang lebih terkenal sebagai penulis. Mbak Dee juga menulis buku Supernova edisi 1 sampai edisi 5, Rectoverso dan Perahu Kertas.

Sayangnya saya duduk di belakang jadi nggak kelihatan wajahnya langsung, melainkan melalui layar proyektor, terus mau foto juga nggak kelihatan, layar proyektornya difoto juga cahayanya menganggu.

Mbak Dee bilang, katanya dia waktu kecil suka mengkhayal, melamun sekitar dua jam lebih sebelum tidur, saya juga suka melamun, waktu diangkot, melihat orang lagi naik motor dan sebagainya. Pernah saya melamun sampai kelewatan tempat untuk turun, mau nggak mau harus jalan kaki.

Mbak Dee, memberikan tiga tips untuk penulis pemula, pertama latihan menulis setiap hari, kedua membuat deadline, ketiga banyak mengikuti workshop, atau pelatihan menulis.

Tipsnya sangat bermanfaat sekali. Mbak Dee juga hanya menulis sesuai dengan minatnya. Mbak Dee minatnya ke fiksi ilmiah popular. Dan menariknya mbak Dee tidak punya satu sosok yang dijadikan sebagai inspirasi untuk menulis, menurutnya dia mendapatkan inspirasi dari berbagai sosok. Menurut mbak Dee, deadline adalah berkah.

Tuesday, 21 April 2015

Naik Angkot dan Jalan Kaki

Saya dulu waktu SD sering sekali terlambat datang ke sekolah. Meskipun saya bangun pagi, tapi karena diantar ayah saya yang bangunnya tidak pagi, berakhir dengan keterlambatan saya sampai di sekolah. Saya mulai mengenal angkot itu dari TK. Pertama kali saya naik angkot waktu TK itu bayarnya lima ratus rupiah.

Saat SD saya sering sekali diantar oleh ayah saya naik motor, saya mulai sering naik angkot itu antara kelas empat sampai kelas lima SD. Perbedaan naik angkot dan naik motor itu banyak sekali, kalo saya dianterin naik motor, meskipun macet tetapi masih bisa meliuk-liuk melintasi padatnya kendaraan. Kalo naik angkot itu harus pagi, soalnya angkot bergeraknya lambat dan bisa kena macet. Tapi nggak juga sih.

Waktu itu saya pernah naik angkot, gila banget sopirnya. Saya berasa kayak lagi melakukan adegan fast and curious (disamarkan). Karena penumpangnya sepi, sopirnya jadi ugal-ugalan nyetirnya, ini sangat berbahaya sekali. Tapi seru juga sih, anginnya kenceng. Ketika saya MTS, saya mulai sering naik angkot dan bahkan saya sampai lupa rasanya naik motor, karena saya nggak pernah dianterin lagi naik motor.

Bedanya kalo naik angkot pas MTS ini, saya naik dua kali. Yang pertama naik angkot warna putih, terus nyambung ke angkot warna merah. Kalo di angkot putih sih, saya duduk sambil menikmati angin yang berhembus kencang. Kalo diangkot merah, ini biasanya penumpangnya membludak, mau tidak mau saya harus gelantungan. Jadi saya nggak duduk, melainkan berdiri, hampir sama kayak kenek metro. Bedanya ini kayak berasa diluar, angin kencang sekali.



Bisa dibilang kayak gambar diatas


Terus saya waktu SMA cuma sekali naik angkotnya. Naik angkot warna putih juga, dan nggak pernah gelantungan lagi, jadi kangen masa-masa gelantungan waktu MTS. Ketika SMA juga saya sampai lupa rasanya naik motor karena nggak ada yang nawarin, soalnya rumah saya jauh. 

Saya juga terbiasa jalan kaki, dari TK sampai SMA saya selain naik angkot juga jalan kaki. Jalan kaki itu sehat, teman-teman saya juga kaget kalo jalan sama saya, takut ditinggal. Saya kalo jalan itu cepat, saya juga nggak tahu kenapa, mungkin kaki saya panjang. Tinggi saya waktu kelas satu SMA itu seratus delapan puluh tiga centimeter. Padahal waktu di MTS tinggi saya cuma seratus tujuh puluh tiga cm, mungkin waktu di MTS pengukurnya salah, masa tiba-tiba saya mendadak tinggi.

Bahkan saya sampai bosan naik angkot, kenapa? Tiap hari naik angkot. Sekarang saya senang udah nggak naik angkot lagi. Semenjak kuliah, saya pergi ke kampus dengan jalan kaki. Buat yang pengen hemat, jalan kaki. Jalan kaki itu menyenangkan dan menyehatkan, meski terkadang kesal juga kalo kena asep kendaraan.

Kapan ya jalanan sepi dari kendaraan? Semoga kita lebih bisa berhemat bahan bakar, ayo kita jaga lingkungan. #SaveOurEarth



Thursday, 16 April 2015

Tips Memilih Perguruan Tinggi


Kali ini saya akan memberikan tips memilih perguruan tinggi. Pastinya anak-anak SMA kebingungan memilih perguruan tinggi setelah UN. Perguruan tinggi yang baik tentunya memberi semangat untuk belajar. Memang memilih itu merupakan hal yang sulit, disini ada beberapa tips memilih perguruan tinggi :




1. Pilih Prodi Sesuai Minat

Prodi itu singkatan dari program studi. Prodi itu ada dibawah jurusan, karena prodi ini sifatnya lebih spesifik. Cari prodi sesuai minat kalian, misalnya ada anak yang minat dengan ikan atau suka ke laut, sebaiknya masuk fakultas perikanan dan ilmu kelautan, dan memilih prodi yang sesuai dengan minatnya. Contohnya Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Ilmu Kelautan, program studinya Ilmu Kelautan. 

Kalau saya sendiri, semenjak kelas tiga SMA saya suka ke perpustakaan. Saya searching di google, apakah ada program studi tentang perpustakaan? Ternyata ada, yaitu program studi Ilmu Perpustakaan. Kemudian saya cari lagi, Universitas apa saja yang ada prodi tersebut, waktu itu pertama kali saya menemukan UI. Langsung saya memutuskan untuk masuk UI. Tapi saya sadar diri, pastinya persaingannya ketat. Ibu saya memilih UB, dan Alhamdulillah saat ini saya kuliah di UB.

2. Diskusikan Pilihan Kalian Dengan Orangtua

Ini yang paling penting. Orangtua tentunya punya banyak pengalaman, maka dari itu kalau kita dibilangin atau dinasehati dengarkan. Tentunya dengan doa dari orangtua kita pastinya akan bisa masuk ke perguruan tinggi yang kita inginkan, maka dari itu minta doa orangtua. Terus kalian juga harus mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang prodi yang sesuai dengan minat kalian, sebelum berdiskusi dengan orangtua.

3. Jangan Mengikuti Pilihan Teman

Ini juga penting, jangan jadi tukang ngikut. Teman-teman pada kelas tiga SMA sebelum dan sehabis UN, tiba-tiba mendadak berubah menjadi orang asing. Begitu ditanya, "Lu pilih apa?" pasti jawabnya, "Nggak tau," eh tiba-tiba dia masuk ke salah satu perguruan tinggi. Makanya kita juga harus mempunyai persiapan yang matang, tidak perlu mengikuti teman. Sahabat sejati memang selalu bersama, tapi untuk sukses tentunya setiap orang memiliki jalan yang berbeda-beda.

4. Pilihlah Sesuai Kemampuan

Sadar diri, itu intinya. Pada waktu snmptn saya memilih unila, sedangkan teman-teman sekelas saya pada saat itu pilih ui, ipb, itb, unpad, saya yang melihat semua itu, hanya bisa bersedih. "Eh di kenapa pilih unila?" "Iya, kenapa di?" "Pilih yang deket aja di, kenapa mesti milih unila yang jauh?" berbagai pertanyaan menghujam, saya hanya bisa menjawab, "itu pilihan orang tua saya". Begitu hasilnya diumumkan, teman-teman sekelas saya banyak yang tidak lulus snmptn, termasuk saya karena nilai raport saya yang pas-pasan, sedangkan yang lulus hanya beberapa orang.

Maka dari itu sadari kemampuan kalian, tak perlu ikut-ikutan teman, atau milih perguruan tinggi yang ternama, yang penting adalah kalian mampu membanggakan dan membahagiakan kedua orang tua, itu yang paling penting. 

Saya waktu itu mengikuti sbmptn, memilih ub dan uin jakarta, saya pilih prodi ilmu perpustakaan. Begitu saya masuk ub, langsung pada bilang kayak gini, "Mantap mas bro masuk ub" "Harusnya gue juga pilih ub" "Yah, coba gue pilih ub," padahal belum tentu dia masuk ub, saya masuk perguruan tinggi berkat doa dan pilihan ibu saya.

Sebenarnya saya yang memilih prodi ilmu perpustakaan, tapi waktu itu saya bilang ke ibu saya, "Ma mau masuk UI," terus kata ibu saya, "Udah pilih UB sama UIN aja." Jadi saya memutuskan untuk memilih UB dan UIN. Oleh karena itu diskusikan dengan orangtua dahulu sebelum memilih perguruan tinggi.


5. Cari Informasi Sebanyak-banyaknya

Mencari informasi tentang perguruan tinggi sebanyak-banyaknya. Bisa bertanya ke orangtua kalian, atau bertanya ke guru, ke teman dan sebagainya. Pokoknya jika kalian sudah mendapatkan target perguruan tinggi mana yang ingin dipilih, maka kalian harus mencari sebanyak-banyaknya informasi tentang perguruan tinggi tersebut.

Sekian dari saya, tentang tips memilih perguruan tinggi, semoga bermanfaat buat kalian yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi.