Friday, 3 July 2015

Pulang ke Rumah

Pulang ke Rumah

Alhamdulillah, akhirnya saya bisa pulang. Setelah enam bulan dikosan. Perjalanan pulang melelahkan sekali. Dari Malang menuju Jakarta. Saya naik kereta api Matarmaja. Sekarang keretanya jadi lebih bersih dan ACnya juga jadi lebih terasa. Perjalanan yang lama sekali, sekitar hampir 17 jam. Pegel duduk terus, yang paling nggak enak kalau ke toilet, goyang-goyang.

Berangkat jam tiga sore dari kosan. Saya naik angkot dari depan gerbang Veteran, menuju stasiun Malang. Sekitar jam empat, kami sampai di stasiun. Hanya menunggu sebentar, kami lalu masuk ke suatu tempat. Ramai sekali, banyak orang mengantri. Karena kereta berangkat jam lima sore, jadi sudah banyak yang ingin masuk ke dalam kereta.

Berangkat jam lima sore, sampai jam sepuluh pagi di Stasiun Pasar Senen. Pengalaman ini merupakan pengalaman yang kedua saya pulang naik kereta api. Rasanya pegal-pegal, tetapi hilang seketika ketika sudah dekat dengan stasiun tujuan. Banyak orang berbondong-bondong keluar dari stasiun. Membawa banyak barang, berdesak-desakkan.

Begitu keluar, ternyata kami tidak perlu menunggu terlalu lama. Karena Ayah saya datang menjemput, bersama adik-adik saya yang kecil di dalamnya. Kami pergi menuju ke rumah sakit, karena ibu saya sedang berada di rumah sakit, karena Kakek saya sedang sakit. Setelah menjemput ibu saya, kami pulang ke rumah. Saya langsung tepar, karena tidur dikereta itu, rasanya tidak enak.

Wednesday, 1 July 2015

Berbuka Bareng Teman Kuliah

Berbuka Bareng Teman Kuliah

Saya lagi bermain game, kemudian ada sms masuk dari teman. Dia minta untuk berbuka bersama bareng teman sekelas. Saya lagi mager dan punya firasat bahwa, pasti acara berbuka ini, lama nunggunya dan seperti acara berbuka yang sebelum-sebelumnya, sama seperti masa lalu, karena saya sudah belajar dari masa lalu. Saya memang plin plan. Saya bilang mau, tapi saya juga sebenarnya tidak mau.

Dengan terpaksa, mengumpulkan segenap kemauan, akhirnya saya siap-siap untuk berangkat. Naik motor dijemput oleh Afib yang sudah menunggu di depan kosan. Kami kemudian berangkat menuju ke tempat tujuan. Ternyata harus menunggu disuatu tempat, yaitu di depan kampus, menunggu teman-teman yang lain. Menunggu, hmm... Rasanya tidak enak. Saya paling benci yang namanya menunggu.


Setelah lelah menunggu, akhirnya kami berangkat, bersama-sama, seperti pengendara motor. Jalanan lumayan macet, ternyata kemacetan bukan hanya milik Jakarta saja. Tiba-tiba rombongan pengendara motor itu berhenti. Ternyata teman-teman tidak tahu tempat berbukanya. "Aaaa," teriak dalam hati. Menyesal saya ikut bukber. Harusnya saya mendengarkan kata hati. Ternyata kata hati tidak pernah salah.


Menunggu beberapa saat. Kemudian kami berangkat lagi dan akhirnya sampai ditempat tujuan. Tempat makan yang sederhana. Namanya Tempat Makan Ciliwung. Pesan makannya jam setengah enam. Ketika orang-orang lagi berbuka puasa dengan nikmatnya, kami hanya bisa menahan lapar. Makanan baru datang sekitar jam tujuh malam. Mending saya pulang. Seharusnya saya belajar dari pengalaman yang sudah-sudah.


Mana makanannya nggak sesuai harapan. Ayamnya kecil, padahal awalnya saya pesan cumi goreng, tetapi cuminya habis. Nasinya sebakul kecil, buat rame-rame. Nunggunya lama. Pelayanannya lambat. Masaknya lama. Harganya mahal. Jus alpukat yang saya pesan, rasanya aneh. Tadinya saya pesan sayur, tapi nggak jadi, dicancel sama teman-teman karena kelamaan menunggu. Total harga makanannya 173 ribu, yang ikut bukber 10 orang.


Menyesal sekali makan ditempat itu. Buat yang ada di Malang. Tempat makan tersebut, sangat saya tidak rekomendasikan, kecuali jika kamu belum pernah mendapatkan pelayanan yang buruk, atau ingin mendapatkan penyesalan. Sebenarnya ada fotonya, ada di hp.


Postingan ini dibuat sudah seminggu yang lalu, baru saya publish, karena sekarang saya sedang berada di Jakarta. Di rumah memang menyenangkan. Tetapi tidak ada internet, sebenarnya belum diisi dan baru diisi sekarang, jadi kerjaan saya waktu tidak ada jaringan internet, yaitu main game, nonton tv sama belajar naik sepeda.