Sunday, 27 September 2015

Sibuk!

Satu kata untuk mewakili hari-hari yang sedang saya jalani. Ya! Sibuk! Saya waktu semester 1 dan 2, kuliah sepertinya banyak waktu luangnya. Sedangkan saat ini ketika memasuki semester 3, saya ingin mendapatkan pengalaman dari organisasi atau menjadi panitia disebuah acara. Saya sudah mendaftar organisasi dibidang jurnalistik. Sepertinya banyak diskusi dan debat. Debatnya seru juga.

Kalau jadi panitia, saya mendaftar di tiga acara sekaligus. Proses Screening sudah saya jalani. Intinya kalau diberi pertanyaan, jawab dengan jujur. Kalau tidak tahu, ya bilang tidak tahu. Toh, mereka yang menjadi presiden BEM misalnya, dulu juga belum pernah punya pengalaman. Dan yang paling penting itu pengalaman organisasi saat SMA harus ditulis. Soalnya nanti ditanya pengalaman organisasinya. Saya pernah ikut Rohis dan Klub Matematika.

Saat ini saya sedang menjadi panitia di tiga acara. Dua acara saya memilih divisi kestari dan satu acara divisi Liaison Officer. Untuk apa repot-repot jadi panitia? Yang pasti, dengan menjadi panitia, kita dapat menambah link teman. Kita juga bisa belajar lebih jauh mengenai proses berjalannya suatu organisasi. Dan itu tidak didapatkan saat kuliah. Mengenal berbagai karakter orang yang berbeda-berbeda. Kita hidup untuk saling mengenal.

Untuk pertama kalinya saya menjalani rapat. Agak tegang juga, soalnya baru pertama kali. Saya mendapat pengalaman berharga. Saya tidak menyesal ketika semester 1 & 2 tidak bergabung diorganisasi. Karena itu memang tujuan saya. Saya ingat apa yang dikatakan salah seorang dosen, katanya untuk semester 1 & 2, fokuslah pada IP dan kuliah, baru pada semester 3 dan seterusnya bergabung dengan organisasi kampus.

Tujuannya apa? Untuk membuat stabil IP. Kalau IP diawal-awal sudah bagus, bisa diproyeksikan ke depannya juga bagus. Kalau dipilih antara masa SMA dan kuliah saat ini lebih enak mana? Saya agak bingung juga. Kalau di SMA enaknya bisa main bola, tapi jadwalnya bikin capek, masuk jam tujuh pagi, pulang jam tiga sore. Kalau kuliah kan kadang pagi, kadang siang, kadang sore, bebas, pakaiannya juga bebas.

Kalau ditanya lebih enak mana? Saya menjawab, lebih enak kuliah. Karena kebebasan pilihan ada ditangan. Saya merasa punya tanggung jawab terhadap diri sendiri. Saya menjadi disiplin. Menentukan jalan hidup sendiri, mau sukses atau tidak. Saya harus rajin, disiplin dan penuh hormat. Dosen itu guru. Jadi harus dihormati. Mahasiswa kadang merasa seenaknya saja. Tidak menghormati dosen.

Ketika kuliah, yang paling penting itu keberanian. Pemberani itu penakut yang memberanikan diri (Mario Teguh). Kenapa keberanian menjadi penting? Karena tidak semua orang berani melakukannya. 



Friday, 18 September 2015

Belanja Online VS Konvensional, Mana Yang Lebih Baik?



MatahariMall.com


Saat ini internet telah menjadi sesuatu yang penting. Internet telah banyak mengubah hidup orang, hal tersebut tak dapat dipungkiri. Menurut survei yang dilakukan oleh Nielsen tahun 2013, 56% orang Indonesia memilih untuk membeli tiket pesawat secara online. Badan Pusat Statistik juga mengungkapkan bahwa lebih dari 77% masyarakat memilih mencari informasi sebelum membeli barang di internet.

Dengan internet kita dapat melakukan berbagai aktivitas, seperti browsing, searching, membuka media sosial, ngeblog dan sebagainya. Sepertinya internet menjadi kebutuhan yang penting untuk saat ini. Tanpa internet, kita tidak dapat menulis di blog.

Bagaimana dengan kebiasaan berbelanja sendiri? BMI Research menyatakan bahwa shopper online merupakan 24% dari total pengguna internet dinegara ini. Yang menjadi pertanyaan adalah apa arti statistik tersebut. Itu berarti kegiatan berbelanja secara online mulai menjadi pilihan banyak orang, terutama masyarakat perkotaan.

Apa yang membedakan antara kegiatan berbelanja secara online dengan berbelanja konvensional atau biasa? Saya akan menjelaskan beberapa kelebihan dan kekurangan berbelanja secara konvensional:

Kelebihan
1.  Anda dapat langsung melihat produk yang akan dibeli, mencobanya sendiri dan menerimanya langsung.
2. Langsung bertemu dan berkomunikasi dengan penjual dan dapat membangun sebuah hubungan baik.
3. Membayar langsung ditempat

Kekurangan
1. Anda harus berpergian ke toko tersebut, berarti mengeluarkan uang transportasi
2. Keterbatas waktu dan jarak
3. Beberapa toko tidak memberi pilihan pembayaran yang beragam

Bagaimana dengan kegiatan berbelanja secara online? Berbelanja secara online pun memiliki kelebihan dan kekurangan, ini dia:

Kelebihan
1. Mudah dan praktis, anda dapat langsung membeli tanpa perlu keluar rumah
2. Ada banyak pilihan barang
3. Anda bisa memilih barang tanpa tergesa-gesa
4. Tidak dibatasi jarak dan waktu
5. Banyak promosi
6. Cara pembayaran lebih beragam

Kekurangan
1. Barang yang diterima, mungkin tidak sama dengan yang dipesan
2. Risiko barang hilang atau rusak pada saat pengiriman
3. Risiko penjual adalah penipu
4. Rawan pencurian data saat bertransaksi secara online

Seperti yang anda lihat, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Menghakimi bahwa yang satu lebih baik daripada yang lain, bukanlah hal yang bijak. Itu semua tergantung pada prioritas anda. Pilihan yang satu mungkin lebih baik daripada pilihan yang lain. Bagi anda yang ingin melakukan kegiatan berbelanja secara online untuk pertama kalinya, anda bisa Kunjungi Online Shop MatahariMall.com.

Friday, 11 September 2015

Pengalaman LDKS

Pengalaman LDKS

Saya mendaftar untuk ikut LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) dengan biaya waktu itu lima puluh ribu, dan waktu itu hanya sedikit yang ikut, tidak sampai lima puluh siswa sepertinya. Saya berangkat dari rumah, seperti biasa jam setengah enam pagi supaya nggak macet. Saya naik angkot, kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki.

Terlihat mobil tentara, bentuknya kayak gitu. Katanya acaranya sekitar dua atau tiga hari, disebuah tempat di Bandung. Mobil tentara dengan asap hitam, mengganggu pernapasan. Mobil hanya ada dua, untuk sekitar lima puluh siswa, ditambah dengan guru-guru. Tapi ada juga guru yang naik mobil. Muat gak muat, paksa! Muat-muatin.


Saya bukan duduk ditempat duduk, tetapi ditengah-tengah, dibawah. Banyak yang kayak saya, sekitar lima orang duduk dibawah lantai, karena memang kursinya penuh. Terkadang berdiri, kalau udah pegel ya duduk. Perjalanan yang cukup lama. Hawa dingin mulai merasuk ke dalam mobil. Mobil ini melalui jalan tol menuju Bandung. Telinga saya berdengung, tanda dataran mulai berganti, dari dataran rendah menuju dataran tinggi.

Setelah perjalanan yang cukup melelahkan. Akhirnya kami sampai ditempat tujuan. Dari seluruh siswa, dibuat beberapa kelompok. Satu kelompok terdiri dari 4 - 5 orang. Untuk masalah makan, satu kelompok diberi jatah dua nampan. Jadi makannya sama-sama dalam satu nampan. Solidaritas diutamakan disini. Nggak boleh ada satu bulir nasi yang jatuh ke tanah. Nggak boleh ada yang nggak habis, kalau nggak kena hukuman.

Setelah makan, boleh istirahat. Tidur yang pasti bukan dikamar, karena kamarnya sempit. Jadi tidur dimana aja, ada lantai? ya tidur. Lantainya terbuat dari kayu. Ada yang makan, ada yang jalan-jalan. Kalau saya lebih milih tidur. Setelah istirahat jalan-jalan. Kemudian mengikuti berbagai game yang lumayan seru. Ada juga materi yang disampaikan guru tentang leadership.

Untuk pertama kalinya naik flying fox. rasanya deg-degan dan menegangkan, seru. Manjat tebing juga, jatuh, padahal kayaknya gampang. Pengen nyoba lagi, nggak enak sama yang belum nyoba. Outbondnya bagus, banyak pengunjung yang datang kesini untuk liburan. 

Yang paling nyeselin itu pas dipaksa untuk bangun pagi. Lagi enak-enak tidur. Prak-prak-prak, bangun, bangun, woi, bangun, woi! Padahal tidurnya cuma sebentar. Ada senam pagi, yang menurut saya membosankan. Berenang dikali, saya nggak bisa berenang, dipaksa berenang. Terpaksa saya berenang.

Banyak kegiatan yang menarik, memberikan pelajaran bahwa, menjadi pemimpin itu harus jujur, bertanggung jawab, memiliki intergritas dan solidaritas. Setelah tiga hari acara itu, entah kenapa ketika perjalanan pulang terasa menjadi lebih menyenangkan. Sayangnya tidak untuk salah satu teman saya yang terkena diare. Karena susah mencari kamar mandi ketika diperjalanan. Ketika sudah sampai dirumah, pluk, selamat datang kasur.  Jangan tanya saya bangun jam berapa.